Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Jatim Benny Sampir Wanto mengatakan, panen ayam ras sesuai dengan perkiraan akan meminimalisir minimnya stok daging ayam ras. Saat ini harga daging ayam ras di sebagian daerah di Jatim Rp 32 ribu. Di sejumlah daerah harga ada yang naik karena produsen memanen ayam pada umur sekitar 35 hari agar ayam mencapai bobot 2 kg. Tetapi karena adanya ketentuan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) yang baru, berat ayam hanya 1,4 kg selama pemeliharaan 30 hari. Permentan baru yang dimaksudkannya bernomor: 14/permentan/ pk350/5/2017 tentang klasifikasi obat-obatan.  “Meski hanya berselang 5 hari tetapi hal tersebut mengurangi stok daging ayam ras,” kata Benny. 

Dia mengungkapkan, produksi daging ayam ras Jatim pada bulan Juni 2018 diproyeksikan sebanyak 100.823 ton dengan konsumsi 72.882 ton. Tetapi produksi tersebut juga dikirim ke berbagai provinsi di Indonesia timur.

Menurut Benny, pemintaan panen ayam sesuai waktu biasa pemeliharaan, selama 30 hari, merupakan solusi jangka pendek. Sementara itu, solusi jangka menengah dan panjang dengan memanfaatkan Antibiotic Growth Promotor (AGP) sesuai ketentuan. Penerbitan Permentan 14/2017 ini, tambah Benny, untuk memberikan perlindungan yang lebih baik kepada konsumen sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terbaru di bidang obat hewan. (vga/hen) 

(sb/vga/jek/JPR)