Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar Bambang Djatmiko memastikan itu setelah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait seperti Perhutani, relawan, dan sejumlah anggota SAR yang ikut dalam operasi kebakaran Lawu Selasa petang.

Titik api yang sebelumnya ada empat titik di wilayah Argo Tiling Petak 63 Ruang Pemangkuan Hutan (RPH) Nglerak, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Lawu Utara KPH Surakarta sudah mulai padam. Lokasi kebakaran masih jauh dari jalur pendakian, sehingga pendaki masih bisa turun lewat empat jalur pendakian. Baik lewat Jenawi, Candi Cetho, Cemoro Kandang dan Cemoro Sewu.

“Sebelumnya memang ada empat titik api yang terlihat. Tetapi sampai saat ini tinggal ada satu titik api dan kami pastikan aman kalau untuk proses evakuasi. Pendaki masih bisa turun melalui jalur pendakian, karena jarak antara titik api jauh dari jalur pendakian,” kata Bambang. 

Bambang menegaskan, tidak ada pendaki yang terjebak dalam kebakaran hutan di Gunung Lawu dan dipastikan semua aman. Hanya saja pihaknya mengimbau kepada para pendaki agar segera turun dari puncak guna mengantisipasi adanya hal – hal yang tidak diinginan. 

“Kami mengimbau kepada teman-teman pendaki melalui tim yang saat ini menyisir jalur untuk segera meninggalkan puncak. Kobaran api dimungkinkan hanya mengancam pada saluran peralon air yang digunakan oleh warga,” ujar Bambang.

Saat ditanya perihal apa penyebab kebakaran tersebut, Bambang mengungkapkan, kuat dugaan lantaran adanya proses pembuatan arang yang dilakukan oleh sejumlah oknum tak bertanggungjawab.

“Kami tidak bisa menyalahkan siapapun. Tetapi menurut sejumlah keterangan saksi dan informasi yang kami peroleh, kemungkinan kebakaran tersebut merupakan ulah dari sejumlah oknum yang sengaja membuat arang dari kayu di hutan Lawu,” tegasnya.

Sementara itu menurut salah satu pendaki yang sudah turun lewat jalur Candi Cetho, Andi Setiawan, 21, sampai sejauh ini titik api diperkirakan aman dari para pendaki yang berada di puncak Lawu. Andi yang saat itu bersama sejumlah temannya untuk ngecamp di salah satu pos di Gunung Lawu awalnya mengaku khawatir dengan adanya kebakaran tersebut. Beruntung segera turun hujan.

“Alhamdulillah kami masih selamat,” ujar pemuda asal Klaten ini.

(rs/rud/fer/JPR)