Awalnya, polisi meringkus Hori saat hendak mengirim barang menuju tempat kerjanya di wilayah Gresik Kota. Dari penangkapan ini diketahui jika pelaku bekerjasama dengan M Fachri salah satu jukir. Tak perlu waktu lama, polisi berhasil menangkap Fachri di lokasi kerjanya.

Dari penangkapan ini, polisi juga menyita barang bukti berupa satu poket sabu seberat 0,24 gram. Kemudian, satu ikat pinggang, gerenjeng rokok dan dua handphone serta uang tunai Rp 350.000. Semuanya disita sebagai bukti di dalam persidangan.

Kepada petugas Hori mengatakan, awalnya dia membeli dua poket sabu. Kemudian dititipkan kepada Fachri. Satu poket sudah terjual seharga Rp 350.000. Tidak berselang lama dia dihubungi lagi oleh calon pembeli. Setelah mengambil barang yang kedua di Fachri dia diringkus. “Waktu itu mau ngantar barang,” ujar Hori.

Kasat Narkoba Polres Gresik Kompol Chotib Widiyanto menyampaikan, penangkapan terhadap kedua tersangka berdasarkan informasi dari masyarakat. Bahwa, ada pemuda yang gerak geriknya mencurigakan. Kemudian petugas melakukan penyelidikan. “Ternyata pengedar sabu. Langsung kami amankan,” katanya. 

Disampaikan, satu orang tersangka bernama Fachri bertugas sebagai tempat penitipan barang. Namun, dia juga mendapat bagian dari hasil penjualan barang haram itu. Bahkan, dia mengaku baru pertama kali terjerumus kedalam bisnis gelap tersebut.

Para tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (1) dan 112 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika. Keduanya terancam hukuman diatas lima tahun penjara. Kompol Chotib telah menerjunkan anak buahnya untuk mengembangkan kasus tersebut. “Kami selidiki pemasoknya,” imbuhnya.(yud/rof)

(sb/yud/ris/JPR)