GENTENG-Diduga sering mengedarkan pil trihexyphenidil atau trex dan dekstrometorfan atau dekstro), Feri Widiyanto, 31, asal Dusun Wadungdolah, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, ditangkap polisi di rumahnya, Sabtu malam (13/1).

Dari tangan tersangka, polisi berhasil menyita lima paket pil trex dengan isi empat butir setiap paket, dan satu paket pil dekstro dengan isi lima butir. Selain itu, polisi juga menyita 10 klip plastik dan satu unit hand phone (HP) merek Samsung, dan uang  Rp 90 ribu. “Tersangka dan BB kita amankan,” cetus Kapolsek Genteng, Kompol Agus Dwi Jatmiko melalui Kanitreskrim, Iptu Puji Wahyono.

Tertangkapnya pengedar pil trex dan dekstro itu bermula dari laporan warga. Warga di Dusun Wadungdolah, Desa Kaligondo, merasa resah karena tingginya peredaran pil trex dan dekstro di kampungnya. “Dari laporan itu, kita turun melakukan penyelidikan,” katanya.

Dalam melakukan penyelidikan, terang dia, diketahui pengedar pil trex dan dekstro yang telah meresahkan warga itu adalah Feri Widiyanto. “Setelah mengumpulkan bukti, rumah tersangka kita gerebek,” ungkapnya.

Dalam keterangannya pada polisi, terang dia, tersangka mengakui telah mengedarkan pil trex dan dekstro. Dalam pengakuannya, tersangka mengaku barang itu diperoleh dari Jember. “Kita akan kembangkan,” cetusnya.

Saat menciduk tersangka di rumahnya, jelas dia, di rumah tersangka ditemukan sejumlah BB berupa lima paket pil trex dengan isi empat butir setiap paket, dan satu paket pil dekstro dengan isi lima butir. Di rumah tersangka juga ada 10 klip plastik dan satu unit hand phone (HP) merek Samsung, dan uang  Rp 90 ribu

Atas perbuatannya itu, polisi menjerat tersangka dengan pasal 196 sub pasal 197 UU RI No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. “Ancamannya paling lama 10 tahun penjara,” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Genteng.(sli/abi)

(bw/sli/ics/JPR)

Source link