BANGIL – Aktivitas Rahman Afandi, warga Dusun Kandangsari, Desa Capang, Kecamatan Purwodadi, dalam mengedarkan sabu-sabu membawanya ke penjara. Lelaki 29 tahun tersebut, berhasil dicokok polisi, Jumat malam (26/1).

Ia ditangkap dalam penggerebekan yang dilakukan petugas Satreskoba Polres Pasuruan di rumahnya. Dalam penggerebekan itu, sejumlah barang bukti berhasil diamankan. Selain sabu-sabu seberat 10,35 gram, petugas juga mengamankan barang bukti lainnya.

Kasatreskoba Polres Pasuruan AKP Nanang Sugiyono mengatakan, awalnya pihaknya memperoleh informasi dari masyarakat soal peredaran narkoba di kawasan setempat.

Petugas pun lantas melakukan penggerebekan sekitar pukul 22.00. “Begitu kami yakin kalau ia merupakan pengedar sabu-sabu, kami langsung menggerebeknya,” ujar perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu.

Dalam penggerebekan itu, tersangka hanya bisa pasrah. Terlebih ketika petugas menemukan sejumlah barang bukti. Sabu-sabu seberat total 10,35 gram diamankan.

Sabu-sabu tersebut terbagi dalam tujuh kantong plastik berbeda ukuran. Masing-masing 5,50 gram; 0,93 gram; 0,52 gram; 0,31 gram, dan tiga kantong berisi 1,03 gram. Selain itu, petugas juga mengamankan satu bandel klip plastik kecil, tiga sedotan plastik, satu sendok kecil, tutup botol, dan sejumlah barang bukti lainnya.

Bersama barang bukti yang ditemukan, tersangka digelandang ke Mapolres Pasuruan untuk penyidikan. Dalam pengakuannya, Rahman mengaku sudah beberapa bulan terakhir menjadi pengedar sabu-sabu.

Kini, karena perbuatannya itu, ia dijerat pasal 114 ayat 2 jo pasal 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancamannya, bisa 10 tahun penjara,” jelas Nanang.

Source link