Penghargaan ini diterima langsung oleh Ketua HIPPA Sido Makmur, Anang Danafiah bersama Kepala Dinas PUPR Karna Suswandi di Kantor Kementerian PUPR RI, Jakarta.  “Alhamdulillah, saya bersyukur dan berterima kasih kepada kepala Dinas PUPR beserta jajarannya yang terus membimbing sehingga menjadi motivasi tersendiri,” ujar ketua HIPPA Sido Makmur Anang Danafiah, kemarin.

HIPPA Sido Makmur sendiri memperoleh nilai akhir sebesar 442,64. Unggul dari HIPPA Triguna Tirta dari Jogjakarta yang memperoleh nilai akhir sebesar 420,83. Sebelum penilaian lapang yang dilakukan beberapa bulan yang lalu, HIPPA Sido Makmur sempat berada pada posisi kedua setelah HIPPA Triguna Tirta dengan nilai presentasi 275,18. Namun, penilaian terakhir HIPPA Sido Makmur berhasil mengunggulinya.

Kepala Dinas PUPR Karna Suswandi  mengaku bangga atas prestasi yang diraih HIPPA Sido Makmur. Keberhasilan meraih prestasi tertinggi ini diakuinya atas dukungan penuh dari Bupati Amin, Ketua DPRD Ahmad Dhafir dan Sekda Hidayat. Untuk itu, Karna mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan yang diberikannya. 

Karna juga berkomitmen akan terus memberdayakan HIPPA di Bondowoso serta meningkatkan ketahanan pangan dan membangun sistem irigasi yang handal denganmengutamakan peran masyarakat petani. Karena menurut dia, tidak dapat dipungkiri, petani merupakan ujung tombak irigasi partisipatif dalam keseluruhan tahapannya.

Karna berharap para petani tetap bersemangat dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan jaringan irigasi tersier yang menjadi tanggung jawabnya. Pihaknya juga akan terus berupaya mendorong peningkatan produksi padi. Namun, hal itu tidak lepas dari fungsi prasarana irigasi baik dari segi kuantitas, kualitas maupun fungsinya yang harus ditingkatkan. Salah satunya adalah membangun sistem irigasi yang handal.

“Kami perlu membangun sistem irigasi yang handal dengan melibatkan HIPPA sebagai organisasi pengelola jaringan irigasi di tingkat desa. Semua ini sudah jelas terbukti dengan raihan berbagai prestasi selama ini dan semoga terus istoqomah serta lebih baik,” ujarnya.

HIPPA Sido Makmur, menurut Karna merupakan salah satu HIPPA yang mendapatkan pembinaan dari dinas PUPR. Penghargaan yang diraihnya saat ini tentu melalui proses yang panjang dan penuh rintangan. 

Pihaknya mengaku tidak memiliki persiapkan khusus untuk memenangkan lomba HIPPA tingkat Nasional. Itu karena HIPPA Sido Makmur secara keorganisasian telah berjalan sesuai dengan visi dan misi serta tugas dan fungsinya. Kegiatannya juga sudah berjalan setiap hari dan bukan karena mengikuti lomba.

“Dari awal kami sudah optimis dan yakin bahwa HIPPA Sido Makmur akan mengukir prestasi dan memenangkan lomba tingkat Nasional ini. Karena secara keorganisasian HIPPA Sido Makmur sudah matang dan kegiatannya berjalan dengan optimal dan maksimal,” tegasnya.

Pengaturan pengelolaan irigasi dari tahun ke tahun, lanjut Karna, semakin menjadi kebutuhan masyarakat petani untuk meningkatkan usaha tani. Kondisi ketersediaan air yang menurun terutama pada musim kemarau memerlukan pengaturan yang optimal sejalan dengan pola tanam yang telah ditetapkan.

‘’Dengan adanya pengaturan pengelolaan irigasi bisa mampu menekan permasalahan, antara lain pembagian air yang kurang merata, konflik antar petani, pengrusakan saluran irigasi dan permasalahan lain yang meresahkan petani,” ujarnya.

Dia mengatakan, pemberdayaan HIPPA Sido Makmur yang dilakukan untuk dapat mencapai pengelolaan irigasi partisipatif merupakan pelaksanaan irigasi berdasarkan partisipasi petani yang dimulai sejak ide pertama hingga keputusan akhir, pada kegiatan perencanaan, konstruksi, peningkatan, operasi, pemeliharaan, dan rehabilitasi

(jr/wah/dwi/das/JPR)

Source link