Riska Indra, salah satu karyawan toko komputer mengatakan, tidak begitu ada peningkatan yang signifikan terhadap penjualan komputer menjelang UNBK ini. Rata-rata sekolah sudah banyak memiliki komputer yang dilengkapi tahun-tahun sebelumnya. 

Sehingga, tiap tahunnya saat jelang UNBK justru cenderung menurun. ‘’Dulu bisa mencapai 30 unit per bulan. Sekarang hanya 20-25 unit per bulan,” ujarnya. 

Umi salah satu karyawan toko komputer lainnya menambahkan, penjualan komputer menjelang UNBK cenderung stabil. Sebab, selain konsumen dari lembaga sekolah, juga ada konsumen dari instansi-instansi lain. 

Sehingga, kata Umi, setidaknya penjualan komputer minimal lima unit per minggunya. Dari segi harga juga variatif, mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 5 jutaan. 

“Rata-rata konsumen dari kantor atau sekolah lebih memilih harga komputer Rp 3 juta,” tuturnya.

Penjualan komputer memang lebih diminati kalangan orang tua atau perkantoran. Penjualannya tetap tak bisa mengalahkan laptop. Karena dari segi fungsi sama, namun laptop lebih fleksibel. Setidaknya, penjualan laptop 2-3 unit per hari. 

“Pangsa pasar komputer dan laptop jelas berbeda, karena lebih banyak konsumen butuh laptop agar bisa dibawa ke mana-mana,” ucapnya.

(bj/ch/cho/gas/rij/bet/JPR)

Source link