PURWODADI – Kecelakaan beruntun di jalur tengkorak di ruas jalan nasional jurusan Malang-Surabaya, Desa Parerejo, Kecamatan Purwodadi, membuat 2 nyawa melayang. Sebanyak 8 orang juga alami luka-luka. Total ada 10 kendaraan yang terlibat kecelakaan. Di antaranya, satu truk tronton, satu truk engkel, lima mobil, satu pikap, dan dua motor.

Usai kejadian itu, polisi melakukan olah TKP di lokasi. Dari hasil penyelidikan, polisi memperkirakan, rem tronton nopol N 8249 UA milik Wijaya Putra Transporter asal Malang yang dikemudikan Hendra Sukma, 23, tak berfungsi maksimal alias blong. Hal inilah yang akhirnya membuat tronton, melaju tak terarah saat melintasi jalan menurun.

“Laka karambol ini kejadiannya sangat cepat, melibatkan kendaraan dari arah utara maupun selatan,” terang Kanit Laka Satlantas Polres Pasuruan Iptu Marti, saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo di tempat kejadian perkara (TKP) Senin dini hari (29/1).

Berdasarkan olah TKP dan juga keterangan sejumlah saksi, Kanitlaka menyebut jika tronton sebagai pemicu awal terjadinya kecelakaan. Bagaimana dengan dugaan rem blong? Pihaknya masih akan menyelidiki lebih jauh. Olah TKP juga dilakukan Ditlantas Polda Jatim. Sekitar 30 menit, anggota Ditlantas melakukan analisa kecelakaan tersebut.

Kecelakaan itu berawal dari tronton muat kertas gelondongan nopol N 8249 UA milik Wijaya Putra Transporter asal Malang, melaju dari arah selatan ke utara. Tronton tersebut dikemudikan Hendra Sukma, 23, warga Jl. Kaliworo, Kelurahan Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kota Malang.

Di dalam tronton tersebut, Hendra tidak sendirian. Ia ditemani Sadi, 65, yang merupakan kernet tronton. Sadi tercatat satu kelurahan dengan Hendra. Saat tiba di TKP, dimana lokasi jalan menurun, diduga rem tronton mengalami blong. Sopir yang tidak mampu mengendalikan kendaraannya, menabrak sejumlah kendaraan di depannya.

Kendaraan yang ditabrak pertama kali adalah Isuzu Panther nopol N 1621 DN yang dikemudikan M. Zakari, 42, asal Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang. Tronton jalan terus. Kali ini menabrak sedan Honda Accord nopol L 122 DP yang dikemudikan Sudadi, 52, warga Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.

Saat ditabrak tronton dari belakang, Honda Accord langsung terpental mengarah ke kanan atau masuk ke jalur berlawanan. Dari arah berlawanan melaju motor Honda Beat nopol S 4216 QU yang dikendarai M. Rafi Firmansyah, 23, berboncengan dengan Rafika Nurul Wardah, 21. Keduanya warga Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Sedan dan motor kemudian adu moncong. Tabrakan itu membuat Rafi terpental. “Pengendara motor masuk ke dalam selokan dan tewas seketika di TKP. Sementara penumpang motor, kondisinya kritis,” terang Iptu Marti.

Usai adu moncong dengan motor, sedan juga adu depan dengan pikap Daihatsu Gran Max nopol N 8901 A yang dikendarai Rofik, 23, warga Kecamatan Kedung Kandang, Kota Malang. Ketiga kendaraan yakni sedan, motor, dan pikap, kemudian berhenti di jalur Surabaya menuju Malang.

Bagaimana dengan tronton? Setelah menghantam sedan, kendaraan tersebut tetap melaju. Sopir yang belum mampu mengendalikan kendaraannya, akhirnya menabrak mobil Suzuki Ertiga nopol W 1472 CS yang dikendarai Fauzan Helmy Yudistira, 41, warga Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Saat itu juga, mobil ini terpental mengarah ke kanan dan berhenti di bahu jalan arah berlawanan.

Tronton tetap melaju dan kemudian menabrak truk engkel muat pasir nopol Z 8406 WD yang dikemudikan Nanang Sugiono, 32, asal Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Truk tersebut kemudian nutul motor Honda Supra 125 X nopol N 4617 EI yang dikendarai A. Qoirul Mukodan, asal Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.

Setelah menabrak motor, truk engkel berhenti saat menghantam PJU yang ada di tepi jalan. Truk engkel dan motor ini, kemudian berhenti di bahu jalan arah selatan ke utara.

Sementara itu, tronton terus melaju. Kali ini menabrak dua mobil di depannya. Di antaranya mobil Toyota Avanza nopol W 1229 TQ yang dikemudikan Bangga Aje Tafakhufiddin, 23, warga Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo. Kemudian mobil Daihatsu Xenia nopol L 1907 CJ, yang dikendarai Yudi Dwi Prasetyo, 38, asal Ubung, Denpasar, Bali.

Saat itu juga, mobil Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia keduanya terpental mengarah ke jalur berlawanan. Kedua mobil berhenti di bahu jalan dengan bodi menghadap utara. Laju tronton baru benar-benar berhenti setelah menabrak guardrail atau pembatas jalan. Setelah itu, tronton terjun bebas ke dalam sungai di tepi jalan. Kemudi tronton menghantam lorong jembatan di sungai tersebut.

“Titik tumbuk awal tabrakan hingga kemudian tronton masuk ke dalam sungai, jaraknya sekitar 300 meter,” kata Iptu Marti. Kejadian ini membuat warga sekitar panik. Apalagi melihat jumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan. Mereka kemudian mendekati kendaraan yang terlibat kecelakaan. Sebagian melaporkan kejadian ini ke polisi.

Sejurus kemudian, polisi datang ke TKP. Kondisi lalu lintas yang terganggu akibat kecelakaan ini, coba ditangani oleh anggota Satlantas Polres Pasuruan. Kendaraan dari jalur Malang maupun Surabaya, distop untuk mengevakuasi korban dan kendaraan.

Polisi saat itu juga menghubungi mobil derek untuk mengevakuasi tronton. Tak hanya mobil derek, polisi juga menghentikan mobil crane yang kebetulan melintas di lokasi. Mobil crane tersebut diminta untuk mengevakuasi tronton. Sayangnya, hingga Senin belum membuahkan hasil.

Saat itu diketahui, ada dua korban tewas. Yakni, pengemudi motor Honda Beat, M. Rafi Firmansyah, serta Sadi, kernet tronton. Polisi mengevakuasi seluruh korban ke Puskesmas Purwodadi. Termasuk sopir tronton yang selamat. Bahkan, Sadi masih terjepit di kemudi kendaraan, yang ruang kemudinya berada di dalam lorong jembatan. Sadi baru berhasil dievakuasi sekitar pukul 05.30.

“Korban tewas dalam kejadian ini dua orang. Yakni, pengendara motor dan kernet tronton. Kedua jasadnya kami visum ke kamar mayat RSSA Malang. Lalu, delapan korban lainnya luka-luka, lima korban di antaranya termasuk sopir tronton dirujuk ke rumah sakit di Malang,” katanya.

Di sisi lain, kondisi arus lalu lintas pascakejadian sempat merambat. Arus lalu lintas cukup padat dan mengalami kemacetan dari jalur Malang-Surabaya. Sebaliknya, dari arah Surabaya ke Malang normal. “Tidak ada pengaturan khusus untuk lalu lintasnya setelah kejadian,” kata Kaposlantas Purwodadi Aiptu Abdillah Yakub.

Untuk proses evakuasi kendaraan, dilakukan saat itu juga sampai pagi. Satu per satu kendaraan, baik mobil, truk, pikap, dan motor diamankan sebagai barang bukti. Menjelang subuh, semua kendaraan tuntas terevakuasi. Kecuali tronton yang hingga saat ini masih berada di dalam sungai.

“Barang buktinya kami amankan di tiga tempat berbeda. Antara lain belakang Poslantas Purwodadi, parkiran proyek tol Pandaan-Malang, dan Mapolsek Purwodadi,” terangnya. Untuk evakuasi tronton beserta muatannya, tidak bisa dilakukan Senin (29/1), karena harus menggunakan crane.

Sementara crane yang ada di lokasi, fokus untuk menarik keluar bodi tronton agak ke belakang. Hal itu dilakukan ntuk mengevakuasi Sadi yang tewas terjepit di ruang kemudi. “Evakuasi tronton menunggu waktu yang tepat. Kami upayakan pekan ini sudah tuntas,” janjinya.

Fauzan, sopir mobil Suzuki Ertiga mengatakan, ia kaget ketika ada sebuah kendaraan yang menghantam bodi mobilnya dari belakang. Bahkan, mobilnya terpental mengarah ke jalur berlawanan.

“Kaget sekali. Bodi belakang mobil langsung tertabrak tronton. Karena dorongannya kuat, akhirnya terpental ke arah kanan. Saya sama sekali tak mendengar bunyi klakson maupun lampu sein atau dim menyala dari tronton,” tukasnya.

Di sisi lain, kondisi arus lalu lintas pascakejadian sempat merambat. Arus lalu lintas cukup padat dan mengalami kemacetan dari jalur Malang-Surabaya. Sebaliknya, dari arah Surabaya ke Malang normal. “Tidak ada pengaturan khusus untuk lalu lintasnya setelah kejadian,” kata Kaposlantas Purwodadi Aiptu Abdillah Yakub.

Untuk proses evakuasi kendaraan, dilakukan secara maraton oleh petugas dilapangan. Dengan mendatangkan dua truk derek, dan satu buah crane ke TKP.

Satu persatu kendaraan, baik mobil, truk, pikap dan motor. Semuanya diamankan petugas sekaligus dijadikan barang bukti dalam kejadian laka karambol ini.

Dan menjelang subuh, semuanya tuntas terevakuasi. Kecuali tronton, hingga saat ini masih berada didalam sungai.

“Barang buktinya kami amankan di tiga tempat berbeda. Antara lain belakang Poslantas Purwodadi, parkiran proyek tol Pandaan – Malang dan Mapolsek Purwodadi,” terangnya.

Untuk evakuasi tronton beserta muatannya, ia sebutkan masih menunggu. Menurutnya butuh waktu, dan harus menggunakan crane. Jika dipaksakan dengan truk derek, ia katakan tak bisa dan tak mampu imbuhnya.

Dan pada saat evakuasi awal sesaat setelah kejadian, sempat mendatangkan crane hanya untuk menarik keluar bodi tronton agak kebelakang. Difokuskan untuk mengevakuasi kernetnya, tewas terjepit diruang kemudi.

“Evakuasi trontonnya dari dasar sungai menunggu waktu yang tepat dulu. Kami upayakan sebisa mungkin dalam pekan ini sudah tuntas,” cetusnya.

EVAKUASI: Polisi mendatangkan mobil derek untuk mengevakuasi truk engkel yang dihantam tronton.
(Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

(br/zal/fun/fun/JPR)

Source link