Di mana ruang tersebut difungsikan sebagai gudang untuk menyimpan pakaian dan kain bekas. Namun, tak berselang lama, api tiba-tiba membesar dan menyambar hingga di sejumlah lantai di bawahnya.

Kondisi toko yang kebetulan tutup tanpa aktivitas jual beli pengunjung sempat menghambat petugas dalam menjinakkan api. Pasalnya, semua pintu toko dalam kondisi tertutup dan terkunci rapat.

Padahal, mobil pemadam kebakaran (PMK) dan petugas sudah stand by 15 menit sejak api pertama muncul. Tak ayal, kondisi tersebut membuat petugas harus membuka paksa pintu gerbang.

’’Api itu semula sudah ada sejak pukul 11.00. Tapi, terlihat kecil dan warnanya masih putih, belum hitam. Mungkin dikira api biasa. Tapi, tambah lama kok tambah besar. Terus warga langsung telepon PMK,’’ terang Mukhatab, saksi mata yang pertama kali melihat munculnya api.

Menurutnya, titik pusat api terlihat dari lantai tiga yang selama ini digunakan untuk gudang penyimpanan stok penjualan. Seperti pakaian, kain glondongan dan fashion busana muslim. “Api terus merembet ke bawah lantai dua dan satu,” paparnya. 

(mj/far/ris/JPR)

Source link