PANGGUNGREJO – Pemkot Pasuruan harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk anggaran perjalanan dinas (perdin) anggota DPRD Kota Pasuruan. Tahun ini pemkot telah menyiapkan anggaran Rp 4 miliar untuk 30 anggota dewan.

Anggaran perdin tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2017 yang hanya Rp 3,5 miliar. Kenaikan anggaran ini disebabkan anggaran perdin tahun lalu tidak mencukupi sampai akhir tahun.

“Tahun ini ada kenaikan Rp 500 juta sebab tahun lalu baru 6 bulan sudah habis. Makanya, tahun ini kami anggarkan lebih. Khawatirnya, ada kegiatan mendadak di pertengahan tahun. Sehingga, kami tidak perlu takut anggarannya tidak mencukupi,” ungkap Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Kota Pasuruan, Raden Murahanto.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Pasuruan, Ismail Marzuki Hasan membenarkan adanya kenaikan anggaran perdin dewan dibandingkan tahun lalu. anggaran perdin ini digunakan untuk studi banding, kunjungan kerja (kunker), workshop dan konsultasi.

Ia menjelaskan kegiatan kosultasi dilakukan untuk membahas hal yang sifatnya darurat. Misalnya, ada perubahan dalam kebijakan tentang kewenangan SMA/SMK dari daerah ke pusat. Sehingga, dewan perlu menanyakannya ke Kemendikbud.

Sementara untuk kegiatan studi banding dilakukan untuk sesuatu yang bersifat aplikatif. Seperti, rencana pemkot menjadikan Kota Pasuruan sebagai Kota Pusaka. Karenanya, anggota legislatif mendatangi daerah yang sudah menjadi Kota Pusaka.

“Besaran anggaran yang diterima oleh anggota dewan saat melakukan perdin berbeda-beda. Hal ini bergantung pada jabatan dan daerah yang dituju. Semakin jauh daerah kunjungannya dan semakin tinggi jabatannya di Dewan, maka yang diterimanya semakin besar,” ungkap politisi Fraksi PKB ini.

Source link