Inovasi  aplikasi lukisan tak hanya pada kanvas, juga melalui permukaan gaun. Teknik melukis 3 dimensi itulah yang sedang dikembangkan pelaku UKM Henny Eka Ferdian. Henny berhasil membuat lukisan pada gaun timbul dengan warna ombre atau membaur dengan gradasi.

Aplikasi lukisan pada gaun menjadi salah satu kreatifitas Henny untuk mengembangkan UKMnya. Apalagi, kini peminat gaun dengan motif unik dan berbeda seang diburu fashionista.

“Gaun lukis 3D ini penggabungan seni dan pemanfaatan teknologi,” jelasnya.

Dijelaskannya, sebelumnya tren seni lukis pernah diterapkan pada hijab. Seiring dengan perkembangan gini mulai menggunakan lukisan biasa atua dua dimensi. Untuk membuat gaun tampak indah dengan lukisan tiga dimensi, Henny mengerjakannya dengan pemanasan pada cat lukis. “Ada kesan menggelembung saat dipanaskan dengan hair dryer,” terang perempuan asal Cerme tersebut.

Untuk menciptakan tekstur lukisan bagus, cat yang dilukiskan lebih tebal. Kemudian, disetrika dari balik kain lalu dipanaskan dengan hair dryer. “Produksinya tidaklah sulit  sayabisa  menghasilkan 8 sampai 10 gaun lukis 3D,” jelasnya. Kecepatan produksi sesuai ukuran gaun dan kerumitan. Kini, konsumennnya dari berbagai daerah mulai Jakarta, Surabaya, Bangka Belitung hingga Medan.

Tidak hanya kain, aplikasi juga bisa digunakan pada tas, baju hingga jeans. Akan tetapi, untuk sekarang pemesanan terbanyak masih pada hijab dan dan potongan baju. “Belum banyak yang mengaplikasikan kerajinan ini,”  kata dia.

Nanna Ferdian, peminat lukisan gaun tiga dimensi mengaku tertarik  dengan gradasi warna.  Ia melihat gaun tiga dimensi lebih bagus. “Peminatnya lebih banyak karena unik,” ungkapnya. Sama halnya dengan hijab lukis baik 2D atau 3D, dalam membuat dibutuhkan ketelatenan. “Tekniknya baru. Untuk pemula bisa produksi dua hingga tiga jam ini ,” pungkasnya. (*/han)

(sb/est/ris/JPR)