Kekuatan Persik tereduksi setelah dua pemain bintangnya, Risman Maidullah dan Susanto memilih mengundurkan diri dari tim. Khusus Susanto, mantan penggawa Persis era 2016 ini jadi tumpuan utama di jantung pertahanan. Tak pelak, Eduard Tjong harus memutar otak untuk menentukan racikan formasi yang pas menghadapi Persis Solo.

Kendati demikian, Jafri Sastra justru tidak menganggapnya sebagai kelemahan lawan. Karena Persik bakal tampil di kandang sendiri. Dukungan penuh dari publik bola tuan rumah bakal jadi suntikan motivasi untuk mengalahkan Persis.

”Kami selalu anggap setiap laga adalah final. Jadi bicara soal peluang, tentu sangat terbuka untuk meraih kemenangan. Setelah ini kami akan mengevaluasi tim sebelum melawan Persik Kendal,” terang Jafri Sastra kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (5/7).

Usai kemenangan kontra Cilegon United di Stadion Manahan (4/7), Jafri Sastra mengakui cukup puas dengan koordinasi dan transisi pemainnya. Dua gol Sunarto dan Azka Fauzi membuktikan bahwa lini serang Persis makin bertaji. Ini juga bukti bahwa transisi pemain yang dilakukan Jafri Sastra membuahkan hasil.

”Kemarin banyak spekulasi yang kami coba. Absennya Dedi Cahyono karena sakit membuat posisinya digantikan Sunarto. Kalau ada yang bilang permainan dari sisi winger sedikit berkurang, saya anggap tidak juga,” beber Jafri sastra.

Sementara itu, Pelatih Persik, Eduard Tjong menyadari timnya dalam tekanan berat. Apalagi dalam empat laga terakhir, Andrid Wibawa dkk hanya mampu meraih satu poin saja.

”Pertama yang harus kami benahi mental bertanding. Saya harus kembalikan rasa percaya diri pemain untuk bangkit lagi. Itu yang paling sulit dilakukan,” terang pelatih asal Solo tersebut.

(rs/NIK/fer/JPR)