Dandim 0718/Pati Letkol Arm Arief Dharmawan menyampaikan, saat ini penyakit difteri bisa menyerang siapa saja terutama anak-anak. ”Kami mendukung kegiatan sosialisasi penyakit difteri ke masyarakat. Khususnya kalangan Persit. Diharapkan dapat bermanfaat,” kata Dandim Arif.

Penyuluhan tentang penyakit difteri disampaikan dokter Eko supaya anggota Persit lebih memahami seluk beluk penyakit tersebut. “Materi yang disampaikan mulai dari penyakit, gejala, penyebab, akibat, dan lainnya. Salah satu penyakit difteri paling berisiko menimpa anak-anak yang imunisasinya tak lengkap dan anak-anak di bawah tujuh tahun. Imunisasi difteri yang diberikan sebanyak tujuh kali,” katanya.

 Ia mengajak anggota TNI dan Persit yang mengikuti penyuluhan supaya diteruskan kepada masyarakat tentang bahaya dan cara mengantisipasi penyakit difteri. Penyakit itu cukup mudah penularannya. Salah satunya terhirup percikan ludah penderita di udara saat penderita bersin atau batuk.

“Barang-barang seperti mainan yang sudah terkontaminasi dengan difteri juga membahayakan. Penularan difteri umumnya terjadi pada penderita yang tinggal di lingkungan padat penduduk dan kebersihannya kurang terjaga,” ungkapnya.

(ks/put/him/top/JPR)