PERERAT SILATURAHMI: Komunitas Pesona Seni dan Batik (Alumni SMANSA 93 Tuban) yang sukses menyelenggarakan acara Tuban Carnival 2017.
(Yudha Satria Aditama/Radar Tuban)

UNTUK kali pertama batik gedog dipertontonkan dalam bentuk carnival di Tuban. Acara bertema Pesona Batik Tuban Carnival 2017 itu sukses dihelat oleh Komunitas Pesona Seni dan Batik (Alumni SMANSA 93 Tuban) didukung Pemkab Tuban.

Acara yang dihelat Minggu (26/11) pagi hingga sore itu diselenggarakan di dua tempat, yaitu Pendapa Krida Manunggal dan Alun-Alun Tuban.

Acara tersebut benar-benar meriah karena diikuti ratusan peserta dari berbagai kota di Indonesia.

Rinciannya, 153 peserta kategori TK/Paud, 90 peserta SD/SMP, dan 60 peserta SMA/Umum. Acara dimulai pagi sekitar pukul 08.00 dengan fashion show pelajar TK/Paud.

Berikutnya acara inti parade carnival dibuka pukul 13.00 dengan penampilan fashion show batik dari Forkopimda bersama istri.

Berikutnya setelah dibuka secara resmi oleh Bupati Tuban KH Fathul Huda, acara dimulai dengan penampilan Solo Batik Carnival.

Diikuti oleh penampilan para siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Tuban yang tampil setelah carnival khas Tuban. 

Acara dilanjutkan oleh fashion show dari para peserta. Setelah unjuk gigi di depan dewan juri, mereka lanjut memamerkan karya di depan masyarakat dengan melintasi Jalan Kartini – KH. Mustain – Basuki Rahmad – Veteran. 

Ketua penyelenggara acara dr. Marini Sartika Dewi mengatakan, acara tersebut merupakan dedikasi dari putra-putri daerah asli Tuban dalam memajukan kota kelahirannya.

Setelah lama menuntut ilmu di perantauan, akhirnya para generasi penerus Tuban memutuskan kembali dan memberi aksi nyata ke masyarakat.

Salah satu tujuannya untuk mengangkat potensi Tuban agar bisa lebih dikenal nasional.

Dokter spesialis anak itu mengatakan, acara tersebut sebenarnya hanya mempunyai target 100 peserta saja.

Namun ternyata pesertanya membeludak hingga tiga kali lipat. Acara dengan persiapan lebih dari 2,5 bulan itu sukses menggaet peserta dari luar kota.

Dengan demikian impian komunitas untuk membuat batik gedog menasional tinggal selangkah lagi. ‘’Ini wujud kontribusi kami untuk Tuban,’’ tutur dia.

Jebolan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu mengatakan, event ini tidak hanya sebatas seremonial saja.

Dia mempunyai harapan, para juara nantinya bisa berkiprah untuk melanjutkan prestasi di kota lain. Terutama pada event-event nasional di kota besar.

Sehingga tidak hanya prestasi peserta yang terangkat, namun juga nama Tuban.

‘’Insya Allah ini akan menjadi agenda rutin tahunan kami,’’ harap dokter yang kini praktik di Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Tuban itu.

(bj/yud/bet/JPR)

Source link