“Penindakan kami lakukan 2 kali. Masing – masing pada tanggal 11 dan 18 Januari 2018. Dari 2 kali penindakan, itu kami dapatkan total 4 karton berisi 24 tengkorak manusia,” ungkap Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai Himawan Indarjono pada Jumat (9/2) pagi.

Sebelumnya keempat karton berisi tengkorak tersebut rencananya akan dikirim ke Belanda sebagai barang kiriman pos. Namun upaya tersebut berhasil digagalkan oleh pejabat Bea Cukai yang mencurigai hasil pencitraan mesin X-Ray barang.

Selanjutnya dilakukan pemeriksaan dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Bali dan berdasarkan kesimpulan hasil pemeriksaan yang tertuang dalam surat Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali Nomor : 24/E 21/TU/2018 hal Identifikasi dan Rekomendasi, diduga tengkorak manusia yang diamankan tersebut asli.

Penanganannya sendiri diserahkan kepada BPCB (Balai Pelestarian cagar Budaya). “Untuk penanganan akan dilimpahkan kepada pihak BPCB Bali. Dugaannya barang itu dari pedalaman Papua dan Kalimantan,” terangnya.

Sementara itu Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Bali, NTB dan NTT M Syarif Hidayat menyampaikan bahwa pengirim tengkorak tersebut beralamat di Kuta. “Dimana ada kiriman 24 tengkorak diberitahukan oleh Human School Souvenir Nade By Fiber kedapatan tengkorak manusia terbungkus 2 karton masing – masing berisi 12. Ini diduga asli. Pengirimnya dari Bali alamatnya di Kuta,” imbuhnya. 

(bx/afi/bay/yes/JPR)

Source link