NGANJUK – Rekom Partai Gerindra dipastikan turun ke pasangan Siti Nurhayati (Hanung) dan Bimantoro Wiyono. Kemarin, DPP meminta DPC untuk melengkapi syarat administrasi pencalonan bupati. Itu sebagai persiapan pendaftaran ke KPUD pada 8 Januari 2018.

          Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Nganjuk Sukarno mengaku, baru saja menerima surat dari DPP, kemarin. Intinya, pusat meminta DPC untuk berkomunikasi dengan Hanung dan Bima terkait kelengkapan administrasi pencalonan. “Saya terima suratnya tadi siang (kemarin, Red),” kata Sukarno.

          Dengan perintah tersebut, Sukarno menegaskan, peluang Hanung dan Bima menerima rekom dari DPP hampir mendekati 100 persen. Pasalnya, pasangan tersebut tinggal menyerahkan syarat administrasi untuk pendaftaran calon bupati (cabup) ke KPUD. “Ya 90 persen lebih kepastiannya,” terangnya.

          Untuk mempercepat proses tersebut, Sukarno berencana untuk bertemu dengan Hanung dan Bima, hari ini (25/12). Salah satu poin pertemua tersebut adalah melengkapi adiministrasi pendaftaran. “Kami harus cepat memprosesnya,” tandas pensiuan pegawai BRI ini.

          Setelah proses selesai, DPC akan melaporkannya ke DPP. Sukarno mengungkapkan, laporan tersebut sebagai syarat turunnya rekom ke Hanung dan Bima.

          Dengan turunnya rekom Partai Gerindra, pasangan Hanung dan Bima untuk sementara mendapat dukungan sebanyak 10 kursi di legislatif. Sebab, sebelumnya mereka sudah memegang rekom dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN).

          Sukarno mengungkapkan, jumlah koalisi masih berpotensi bertambah. Terutama dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Karena itu, pihaknya berupaya kuat merangkul PKS untuk bergabung dalam koalisi. “Kami sangat dekat dengan PKS,” ujarnya.

          Untuk diketahui, sejauh ini baru ada dua bakal calon bupati (bacabup) yang menerima rekom. Yakni pasangan Novi Rahman Hidayat-Marhaen Djumadi dan Siti Nurhayati-Bimantoro Wiyono. Novi dan Marhaen diusung PDI Perjuangan, PKB dan Partai Hanura.

          Karenanya, masih ada empat parpol yang belum menentukan sikap. Yakni Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Demokrat dan PKS. Dengan kekuatan 4 kursi, Partai Demokrat sudah member sinyal akan mendukung Suryo Alam. Sementara Partai Nasdem menyatakan tidak mengusung Suryo Alam.

          Untuk Partai Golkar dan PKS, keduanya sama-sama belum memiliki pilihan bacabup. Dengan begitu, poros ketiga diprediksi akan dimotori Partai Golkar dan Partai Nasdem.

(rk/baz/die/JPR)

Source link