Antara lain, membentuk koalisi parpol yang efektif sesuai syarat minimal pengusungan kepala daerah/wakil kepala daerah. Kemudian, mendapatkan kepastian nama bacawabup. Lalu, melibatkan seluruh kader dan struktur PPP di setiap tingkatan untuk pemenangan.

Syarat keempat, menyelesaikan proses administratif dalam mekanisme pengusungan calon kepala daerah/wakil kepala daerah sesuai petunjuk pelaksanaan DPP PPP Nomor: 1198/KPTS/DPP/VI/2017 tanggal 5 Juni 2017 tentang Juklak Pencalonan dan Penetapan Bacabup dan Bacawabup.

Empat syarat itu harus dilengkapi hingga Jumat (15/12). Apabila tidak dipenuhi dalam batas waktu yang ditentukan, surat tersebut dinyatakan tidak berlaku dan tidak memiliki konsekuensi apa pun.

Dikonfirmasi mengenai kebenaran surat tugas itu, Haji Idi membenarkan. Surat itu asli dan sudah diterima Selasa (5/12). Dia mengaku sudah memenuhi semua persyaratan yang diminta DPP. ”Sebab PPP memang punya tujuh kursi. Syarat dua kursi dari parpol lain untuk maju sebagai calon bupati sudah ada,” katanya.

Untuk memenuhi 20 persen, dia membutuhkan sembilan kursi untuk bisa mendaftar sebagai calon bupati. Syarat tersebut terpenuhi karena sudah mendapat rekomendasi dan form B-1 KWK parpol dari Partai Nasdem yang memiliki dua kursi di parlemen. ”Rekomendasi sudah. Persyaratan pendaftaran ke KPU dari Partai Nasdem juga sudah. Rekomendasi dari Nasdem turun bulan lalu,” jelasnya.

Selain itu, Haji Idi  mengklaim telah mendapatkan rekom dari Partai Hanura. Bahkan, dia mengaku PDIP akan segera bergabung mendukung dirinya. Sementara untuk kepastian nama bacawabup, pihaknya akan bergandeng Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Sampang H Abdullah Hidayat. ”Hari ini (8/12), empat syarat itu sudah saya penuhi,” tandasnya.

Pihaknya menunggu rekomendasi PPP. Sebab, empat syarat dari surat tugas yang diminta DPP PPP sudah dipenuhi. ”Insya Allah saya maju. Parpol lain juga sepakat dengan H Abdullah Hidayat yang menjadi pasangan saya. Sebab kami sudah melalui tahapan demi tahapan,” jelsnya. 

Sebelumnya, ada lima kandidat bacabup dan bacawabup yang diajukan DPC PPP ke DPW untuk diteruskan ke DPP. Lima kandidat itu antara lain, H Slamet Junaidi, KH Muhammad bin Muafi Zaini, dan H Ashari. Mereka mendaftar sebagai bacabup. Sementara Aulia Rahman dan Mohammad Subhan di posisi bacawabup.

Ketua DPC PPP Sampang Mohammad Subhan mengatakan, rekomendasi kepada bacabup belum turun. Menurut dia, rekomendasi bacabup di tiap kabupaten/kota berbeda-beda. Ada yang sudah turun. Ada juga yang belum. Dari lima kandidat yang berpotensi mendapat rekom adalah H Slamet Junaidi dan KH Muhammad bin Muafi Zaini.

”Selama ini yang dikenal masyarakat dua nama itu. Tapi saya tetap mengajukan semua nama ke pusat. Siapa nanti yang direkom, ranah pusat yang menentukan,” katanya.

(mr/ghi/luq/bas/JPR)