Di lokasi ini sering dibuat tempat ngumpul para remaja. Di antara mereka, ada saja perbuatan negatif yang dilakukan. Hal itu ditemui saat penjaga bendung melakukan pratroli.

Koordinator Bendung Wilalung Noor Ali melalui petugas jaga Karno mengatakan, saat pengecekan bendung dan membersihan sampah kerap menjumpai remaja berniat melakukan hal negatif. Seperti pelajar bolos sekolah hingga remaja minum minuman keras (miras).

Sabtu (18/11) lalu sekitar pukul 09.00 ada puluhan pelajar putra dan putri SMP asal Demak mengunjungi Bendung Wilalung. Mereka berkumpul di sebelah timur bendung. Bahkan, beberapa seragam siswa tampak basah. Lalu, pihaknya menanyai mereka.

Karena dicurigai membolos sekolah, pihaknya memberikan teguran. Selain itu, petugas merekam siswa – siswi tersebut. Tidak jauh dari lokasi pertama, penjaga menjumpai lima orang remaja diduga pesta miras.

Dia melihat miras jenis putihan berwarna kuning yang dikemas dalam botol air minum berukuran satu liter. Minuman itu disembunyikan dicelah tumpukan besi tua. Kemudian, penjaga menghampiri mereka sambil memegang handphone-nya untuk merekam ke lima remaja tersebut.

Mereka mengaku, bersalah dan berjanji tidak akan mengulangi. Penjaga tidak melaporkannya ke polisi tapi dihukum memungut sampah di sekitar area Bendung Wilalung. ”Saya beri hukuman membersihkan sampah. Jika tidak begitu, tidak akan jera,” terangnya.

Berpindah lokasi ke barat bendung. Penjaga menjumpai tiga orang pelajar SMP yang diduga bolos sekolah. Dia merekam dan menasehati. Lalu, meminta mereka pergi dari area Bendung Wilalung.

”Dulu pernah ada puluhan anak mabuk, saya minta pergi semuanya. Terus, pernah tengah malam saya menjumpai sepasang laki-laki dan perempuan berduaan. Mereka semua yang beri teguran,” paparnya.

Dia mengaku, jika tidak ada petugas yang menjaga, area Bendung Wilalung dijadikan sebagai tempat maksiat. ”Semoga orang – orang yang sudah memperoleh teguran tidak melakukan hal negatif tersebut,” harapnya.

(ks/ruq/ris/top/JPR)

Source link