KEDIRI KOTA – Memastikan ketersediaan stok dan harga tak melonjak naik, pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Kediri Jumadi bersama Kepala Bank Indonesia (BI) Wilayah Kediri Djoko Raharto memantau operasi pasar murni (OPM), kemarin (4/6).

Pemantauan dilakukan di Kelurahan Dermo, kemarin. Jumadi dan Djoko turun langsung melayani warga yang membeli sembako di OPM. Kemarin, disediakan beras, gula pasir, minyak dan telur yang dijual dengan harga miring.

Jumadi mengatakan bila OPM ini telah dilaksanakan selama 16 hari dan akan berlangsung hingga 7 Juni nanti. Dilakukan pemantauan untuk mengetahui minat dan daya beli masyarakat terhadap kebutuhan pokok sehari-hari. “Kami terus pantau bersama dinas terkait, agar pendistribusian juga sesuai dengan porsi,” tegasnya.

Ia mengungkapkan juga bila pihak pemkot  memiliki indikator tersendiri dalam perhitungan efektif seperti pengecekan ulang hasil OPM. “Bila mengalami deflasi, ya sesuai harapan. Bila inflasi. Pasti kami cari solusi,” papar Jumadi.

Dijelaskannya, OPM ini masih dianggap efektif untuk menekan kemungkinan inflasi yang terjadi setiap menjelang lebaran. “Kami hitung agar stok mencukupi sehingga harga tidak melonjak,” ujarnya.

Sementara itu, Djoko Raharto mengatakan kalau OPM memang disadari mampu menekan terjadinya inflasi. Cara ini juga sebagai salah satu upaya dari tim pengendalian inflasi daerah (TPID) untuk menjaga kestabilan harga. “Masyarakat juga terlihat terbantu dengan OPM ini,” tuturnya.

Sampai saat ini, harga bahan pokok minyak, beras, gula pasir hingga telur tetap berada di bawah harga pasaran. Harga telur ayam saat ini Rp 17 ribu per kilogram.

(rk/die/die/JPR)

Source link