MOJOKERTO – Siswa MAN Mojosari mengikuti safety riding jelajah Jawa Timur, Rabu (18/10) tadi. Acara yang digelar Dirlantas Polda Jatim bersama Satlantas Polres Mojokerto ini dalam rangka memeringati tahun keselamatan.

Dihadiri Kasubdit Dikyasa Dirlantas Polda Jatim AKBP Didik Supriyanto, Kasi Dikmas Kompol Eni Mardiasri, dan Kanit Dikyasa Satlantas Polres Mojokerto Ipda J. Wihandoko. Kepada para siswa, mereka banyak menganjarkan tentang tata cara dan etika berkendara yang baik dan aman.

Seperti berboncengan yang aman, dan saat melakukan pengereman mendadak. Para siswa juga diajari menggunakan helm yang benar. Selain wajib dilengkapi dengan kaca pengaman, helm harus dalam kondisi terkunci agar tidak terlepas saat diterpa angin atau ketika terjatuh.

’’Dengan begitu keamanan kepala terus terlindung dari benturan yang membahayakan,’’ kata Kasubdit Dikyasa Dirlantas Polda Jatim, AKBP Didik Supriyanto. Di sisi lain, setiap pengendara harus menaati UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Pengendara wajib memiliki surat izin mengemudi (SIM). Bagi pelajar, SIM baru diperbolehkan setelah pemohon genap berusia 17 tahun. ’’Bagi para pelajar yang usianya di bawah 17 tahun jelas tidak boleh membawa kendaraan,’’ terangnya.

Kasatlantas Polres Mojokerto, AKP Nopta Histaris Suzan menambahkan, safety riding jelajah Jawa Timur ini tidak lain untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Utamanya yang melibatkan para pelajar. ’’Egonya masih sangat tinggi, sehingga rawan terlibat kecelakaan,’’ ungkapnya. Selain itu, kurangnya kesadaran pelajar dalam berlalu lintas juga menjadi poin penting dalam giat safety riding tersebut.

(mj/ori/ris/JPR)

Source link