Bahkan, Briptu Erlangga Hananda Seto tetap bertugas seperti biasa. Dia mengatur lalu lintas di Jalan A. Yani Kudus kemarin.

Erlangga mengatakan, saat digigit sedang bertugas mengatur lalu lintas di Jalan A. Yani atau perempatan BNI 46, Desa Panjunan, Kecamatan Kota, Kudus. Sedangkan, Anik Tri Kurniawati dari Alun – alun Kudus ke perempatan BNI 46.

”Ibu itu tidak memakai helm, lalu saya hentikan. Kemudian saya mintai surat – surat kelengkapan. Tapi, ibu itu tidak bisa menunjukkan,” jelasnya kemarin.

Setelah itu, dia ambil tindakan dengan menilang. Namun, tiba – tiba Anik Tri Kurniawati langsung menabrakkan kendaraannya. “Lalu, kuncinya saya ambil. Habis menabrakan ibu itu menggigit tangan saya dua kali. Dada saya juga dipukul,” ujarnya.

Dia mengaku, kaget. Selain itu, merasa sakit saat Anik menggigit tangan kanannya. Tapi dia berusaha menahan rasa itu. “Jika langsung menarik tangan khawatir ibu itu akan terpelanting. Jadi saya diam saja,” terangnya.

Usai digigit dia meminta bantuan anggota Satlantas lain. Sekitar pukul 09.00 dia pergi ke RSUD dr. Loekmonohadi Kudus untuk mendapatkan perawatan. Lukanya dibersihkan dan disuntik agar tidak infeksi. Kejadian ini, imbuhnya, baru kali pertama dia alami.

Kejadian itu disaksikan warga Bambang Supraptomo dan anggota Satlantas lain yang bertugas bersamanya yakni Bripka Agus Zuri Yanto. ”Saat teman saya digigit. Saya juga berusaha melerai. Lalu, saya rekam, warga sekitar juga banyak yang merekam,” terangnya. 

(ks/ruq/ris/top/JPR)