Di wilayah hukum Polres Klungkung, sudah polisi sudah menindak 448 pelanggar lalu lintas (lalin). Sebagian besar pelanggar tanpa surat izin mengemudi (SIM). Tingginya pelanggaran itu, menurut Kasat Lantas Polres Klungkung, AKP Taufik Rizaldi sebagai cermin tingkat kesadaran masyarakat Klungkung masih minim dalam melengkapi kelengkapan berkendaraan. 

“Giat Operasi Zebra Agung 2017, dimulai 1-14 November 2017. Ada beberapa titik ruas jalan yang jadi fokus,” ujar Rizaldi, Selasa (7/11) kemarin. 

Dalam operasi tersebut, pihaknya mengaku menemukan berbagai pelanggaran, yakni kelengkapan SIM dan STNK. Termasuk pengendara sepeda motor tanpa menggunakan helm. “Rata-rata kasusnya tidak memiliki SIM dan STNK,” tegasnya.  

Pihaknya pun mengakui, dalam operasi kali ini Polres Klungkung lebih mengedepankan peneguran sebelum akhirnya melakukan penindakan.  “Kalau sudah banyak melanggar baru ditindak tegas. Hal tersebut untuk menimbulkan efek jera bagi para pelanggar. Karena ada yang bisa tertib setelah ditindak,” imbuhnya. 

Di Kabupaten Jembrana hingga Senin (6/11) operasi zebra, telah menindak lebih 300 pelanggar. Seperti disampaikan Kabag Ops Polres Jembrana, Kompol M Didik Wiratmoko.Yakni ada kendaraan tanpa STNK, tanpa KIR, pengendara tanpa SIM, pengendara tanpa memakai helm dan nopol tidak sesuai ketentuan.

Barang bukti yang disita berupa STNK 17 buah, SIM 15 buah dan sepeda motor 5 unit. Dan untuk pelanggaran didominasi oleh sepeda motor dengan usia pelanggar sebagian besar dibawah 40 tahun.

Ka Posko Operasi Zebra Agung 2017 Polres Badung Ipda I Ketut Nariawan saatmenjelaskan, Operasi Zebra Agung 2017 di Polres Badung telah berjalan dengan baik dan efektif. Hal ini dilihat dari jumlah pelanggaran pada pekan pertama ini 186 pelanggaran. Menurun di bandingkan Operasi Zebra Agung dalam pekan pertama tahun 2016 yaitu 382 pelanggar. Sehingga terjadi penurunan angka pelanggaran sebanyak 51 persen.

“Angka pelanggaran pada pekan pertama operasi Zebra Agung tahun ini mengalami penurunan dibandingkan pekan pertama tahun sebelumnya. Ini menandakan tingkat kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas telah meningkat. Pelanggaran didominasi pengendara di bawah umur (pelajar) yaitu berupa pelanggaran tentang surat – surat kendaraan bermotor dan berkendara tanpa helm,” paparnya. 

(bx/afi/wan/tor/ima/yes/JPR)

Source link