Tidak ada yang tahu dari mana asal tumpahan oli tersebut. Namun diduga kuat cairan oli berasal dari kendaraan yang tengah melintas dari arah selatan. Dugaan tersebut didasarkan pada kondisi ceceran oli yang hanya terjadi di sisi barat badan jalan saja. Atau sisi kiri jalan kalau dari arah Selatan. Diperkirakan, tumpahan itu terjadi sekitar Sabtu (2/6) tengah malam atau Minggu (3/6) dini hari. “Karena tidak ada yang mengetahui asalnya,” ujar Roni, warga setempat. 

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru kemarin, tumpahan paling banyak terdapat di daerah sekitar SMP Negeri 1 Klakah.  Lokasi itu merupakan titik tanjakan bagi kendaraan dari arah Lumajang ke arah Probolinggo. Minggu pagi kemarin (3/6), Kanit Laka Satlantas Polres Lumajang, Ipda Dimas Sugeng Widodo turun ke lokasi bersama beberapa orang anggotanya. Dimas terlibat langsung membersihkan tumpahan oli tersebut dengan menggunakan cairan pembersih. Secara manual. 

Dia mengaku, tumpahan oli yang membuat jalanan jadi licin itu sempat mengakibatkan kecelakaan ringan pada pengendara. Salah satunya terjadi pada Minggu pagi kemarin. “Anggota kami sempat menolong salah seorang pengguna jalan yang jatuh terpeleset karena jalanan jadi licin,” ucapnya. 

Kendati demikian, lanjut Dimas, pihaknya belum mengetahui persis berapa total pengguna jalan yang sempat mengalami kecelakaan akibat tumpahan oli tersebut. Pihaknya mengimbau kepada setiap pengguna jalan yang melintasi jalur itu, terutama yang dari arah Lumajang, supaya lebih berhati-hati karena jalan licin. “Kepada pengguna jalan yang menuju arah Surabaya supaya pelan-pelan dan lebih waspada. Jalan masih licin, dan kami sedang berupaya melakukan normalisasi,” pungkas Dimas. 

(jr/was/aro/das/JPR)

Source link