Ceritanya, Selasa (20/2) sekitar pukul 11.00, anggota Reskrim Polsek Sukolilo mendapatkan informasi bahwa di rumah Imam sering dijadikan tempat mengonsumsi narkoba jenis sabu-sabu. Polisi langsung terjun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan.

Setibanya di lokasi, Imam hendak keluar rumah dengan mengendarai motor Vario dengan nomor polisi (nopol) B 4889 TML. Karena menunjukkan gelagat mencurigakan, polisi langsung melakukan penyergapan.

Polisi menemukan sabu-sabu yang ada di genggaman Imam. Polisi kemudian mengamankan Imam bersama barang bukti (BB) ke Polsek Sukolilo.

Kepada polisi, Imam mengakui perbuatannya. Selanjutnya semua barang bukti dan tersangka dilimpahkan ke Polres Bangkalan. Berdasarkan hasil tes urine di RSUD Syamrabu, Imam positif narkoba.

Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Bidarudin menyatakan, polisi sudah menangkap Imam. ”Itu kasus narkoba. Kami sudah menetapkan Imam sebagai tersangka,” terangnya Rabu (21/2).

Bidarudin menyebut, BB yang diamankan polisi di antaranya satu buah plastik klip kecil diduga berisi sabu-sabu seberat 0,54 gram dan satu buah alat isap berupa bong. Polisi juga mengamankan satu unit sepeda motor Honda Vario nopol B 4889 TML.

Dari siapa Imam mendapatkan sabu-sabu? Bidarudin enggan membeberkan identitas penyuplai barang haram itu kepada tersangka. Alasannya, demi kelancaran pengembangan kasus tersebut.

”Kami sudah kantongi identitasnya. Saat ini kami terus melakukan pengembangan. Doakan saja bisa ditangkap,” klaimnya.

Bidarudin menambahkan, akibat perbuatannya, Imam dijerat pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. ”Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatanya dengan hukuman pidana,” pungkasnya.

(mr/bam/onk/han/bas/JPR)