JOMBANG – Usai berhasil membekuk Fanto Dwi Wardono, 38, alias Kobrut, bandar Sabu-sabu di wilayah Desa Balonggemek, Kecamatan Megaluh, (30/9). Polisi terus mendalami hasil pemeriksaan. Belakangan terungkap dirinya dikendalikan dari salah satu bandar sabu yang menghuni salah satu lapas di Jatim.
“Pelaku dikendalikan napi yang kini menghuni lapas di Madiun,” beber Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto, Senin (2/9).

Dirinya menyayangkan sekali kejadian ini, pasalnya bukan kali ini saja pihaknya berhasil berhasil mengungkap jaringan perdagangan narkotika yang melibatkan jaringan napi penghuni lapas. “Ini sudah kesekian kalinya, sebelumnya lapas Pamekasan dan Pasuruan, sekarang terungkap di lapas Madiun. Ini patut disayangkan sekali,” bebernya.

Karenanya, dirinya berharap dari sejumlah kejadian ini menjadi perhatian stakholder terkait, untuk lebih meningkatkan pengawasan, khususnya jaringan narkotika melibatkan napi di lapas. “Agar jangan sampai ada lagi, paling tidak bagaimana HP jangan sampai bisa masuk,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Satresnarkoba Polres Jombang berhasil membongkar jaringan peredaran sabu-sabu di wilayahnya. Adalah Fandi Dwi Wardono, 38, warga Desa Balonggemek, Kecamatan Megaluh disergap petugas saat menjalankan transaksi jual beli sabu.
Tak tanggung-tanggung, dari aksi penyergapan Minggu Dini hari tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti puluhan gram sabu. “Total kita sita 33,79 gram sabu,” beber Kasatresnarkoba AKP Hasran.

Selain itu, polisi turut menyita sejumlah barang bukti lain, diantaranya 1 plastik klip berisi 5,05 gram sabu, 1 plastik klip berisi 28,79 gram sabu, 1 plastik gula batu, 1 buah timbangan elektrik,1 pak plastik klip kosong, 1 ATM BRI, 1 ATM BCA, 1 unit HP merk Blackberry, uang tunai Rp 500 ribu, 1 unit mobil merk Nissan March nopol S 1523 ZA dan 1 unit motor Yamaha Mio.

Atas perbuatannya, tanpa hak sebagai perantara dalam jual beli narkotika, memiliki, menyimpan, menguasai narkotika golongan I bukan tanaman, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 114 (2) Jo Pasal 112 (2) UU RI No. 35 Tahun  2009 Tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara minimal 6 tahun dan denda Rp 800 juta. “Kasusnya masih kita kembangkan,” pungkasnya.

Source link