Lanang Jelantik menyatakan, penyelenggaraan kursus pembina pramuka mahir tingkat dasar merupakan salah satu wujud upaya gerakan pramuka mempersiapkan para calon pembina menjadi pembina muda yang berwatak dan bermoral. Serta memiliki budi pekerti luhur. Karena para pembina adalah ujung tombak dalam pendidikan kepramukaan di Gugus Depan. “Mereka harus diberikan pendidikan tentang kepramukaan melalui KMD ini. Sehingga mereka bisa memberikan pemahaman yang benar kepada peserta didik,’’ ungkapnya.

Lebih lanjut Lanang Jelantik mengatakan, Kursus Pembina KMD diharapkan dapat memberikan motivasi kepada peserta serta memberikan perubahan proses pembinaan di Gugus Depan. Mengingat peserta yang awalnya tidak mengetahui tentang pramuka. Melalui Kursus Pembina KMD ini dapat memberikan pemahaman yang benar, sehingga proses pembinaan di Gugus Depan bisa maksimal.

“Dengan demikian kualitas adik-adik bisa dibangun dengan pembina yang berkualitas. Kami  berharap dengan kursus ini ke depan pendidikan pramuka bisa menjadi solusi untuk mengatasi pergaulan yang tidak baik bagi anak-anak muda,”paparnya.

Ditambahkan, kepramukaan merupakan pendidikan non formal, namun diharapkan setiap sekolah memiliki Gugus Depan. Selain itu  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga telah menetapkan pramuka sebagai ekstra wajib yang masuk dalam sistem pendidikan nasional. 

Selain itu, pihaknya berupaya menyiapkan tenaga-tenaga yang terdidik dengan kursus pembinaan pramuka mahir tingkat dasar ini. Dengan demikian maka semua Gugus Depan yang berpangkalan di sekolah harus  memiliki pembina yang bersertifikat sesuai dengan persyaratan. Supaya dapat diandalkan di masing-masing gugus depan yang berpangkalan di sekolah.

Ketua Penyelenggara, Drs. I Made Arawan, MM mengatakan, peserta yang mengikuti kegiatan ini 44 peserta. Dari pembina pramuka berpangkalan di SD, dan SMP di Denpasar. Kegiatan berlangsung selama lima hari, mulai 4 hingga 9 Nopember mendatang. Materi yang diberikan dalam kegiatan ini disajikan dengan pendekatan andragogi, berfokus pada pembelajaran dari interaktif progresif. Melibatkan peserta secara langsung dalam proses pembelajaran yang akan disampaikan pelatih Pusdiklatcab Wipradarma yang mengacu pada kurikulum KMD yang telah di gariskan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. 

(bx/gus /ima/yes/JPR)

Source link