Bahkan, dalam peringatan 17 Agustus 2017 lalu, dinkes menggelar lomba Aku Cinta Puskesmas (ACP). Tujuannya, agar tiap-tiap puskesmas terus melakukan perubahan pelayanan yang lebih baik. “Intinya agar masyarakat terlayani dengan baik. Tidak ada masyarakat Jember yang sakit tidak terlayani baik,” imbuhnya. 

Apalagi, Bupati dr Faida MMR juga telah menerbitkan Perbup Nomor 1 Tahun 2017 tentang Pelayanan Pasien Duafa yang menggunakan Surat Pernyataan Miskin. “Pasien cukup bilang menggunakan SPM maka rumah sakit harus melayaninya dengan baik. Ibu Bupati sudah menegaskan bahwa pasien duafa adalah pasien VVIP yang harus dapat prioritas,” imbuhnya. 

SOSIALISASI: Petugas dinkes saat sedang melakukan sosialisasi pos kesehatan pesentren di salah satu pesantren.
(humas pemkab jember for radar jember)

Untuk melayani pasien duafa, Bupati Faida telah membentuk Tim Rujukan Sosial (TRS) di tiga rumah sakit daerah. Yaitu RSD dr Soebandi Jember, RSD Kalisat dan RSD Balung. Pasien duafa yang menggunakan SPM akan dibantu TRS yang terdiri dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Jember. Bahkan TRS tahun 2018 direncanakan memberikan pelayanan 24 jam penuh. 

Tekad Bupati Jember dr Faida MMR agar imunisasi Measles (campak) dan Rubella (MR) seratus persen tercapai. Bahkan, capaian imunisasi MR di Kabupaten Jember lebih dari seratus persen. Kabupaten Jember mendapatkan penghargaan lima kabupaten terbaik capaian imunisasi MR dari Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo. Penghargaan diberikan dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 12 November 2017 lalu 

(jr/was/aro/das/JPR)

Source link