Demikian juga dengan penambahan 50 meter kanan kiri badan jalan sisa pun telah selesai. Meski pembetonan tambahan itu tak masuk dalam perencanaan.

Penyelesaian pembetonan jalur penghubung Godo-Selowire itu makin mempermudah aktivitas warga Dukuh Selowire. Terlebih bagi para petani setempat. Mereka dapat dengan singkat menempuh jarak.

Seorang warga Dukuh Selowire Sudarmanto mengapresiasi program fisik yang dilaksanakan TNI tersebut. ”Aktivitas kami tentu akan lancar. Ke sawah lancar, mau ke pasar juga lancar,” papar Sudarmanto kepada Jawa Pos Radar Kudus.

 Seperti diketahui, jalan menuju Dukuh Selowire dari Desa Godo kondisi sebelumnya cukup memperihatinkan. Jalan dari tanah itu jika musim hujan becek dan tentu licin. Namun setelah adanya pembangunan TMMD Reguler ke 101 ini jalan tersebut dibangun dengan beton.

Total panjang jalan yang dibangun sepanjang 1700 meter. Tak sampat disitu, 50 meter setelah target awal tersebut juga dibeton. Komandan Kodim 0718/Pati sekaligus Dansatgas TMMD Letkol Arm Arief Darmawan mengungkapkan, cukup puas dengan kinerja Satgas TMMD. Di hari ke 24 ini pekerjaan betonisasi telah selesai dengan baik.

”Proyek betonisasi ini tentu kehadirannya sangat ditunggu-tunggu warga Selowire khususnya dan juga warga Godo, sebab akses jalan ini sangat bermanfaat bagi warga,” papar Dandim Arief.

Proyek fisik berupa pembangunan dua unit poskamling juga telah rampung. Selain itu, bedah tiga unit rumah tak layak huni juga sudah selesai. Salah satu penerima bantuan bedah rumah itu, Suparno menuturkan, sangat berterimakasih kepada para TNI yang membantunya.

”Terimakasih, adanya TMMD di Desa Godo ini membawa berkah bagi keluarga saya, andai tak ada bantuan bedah rumah ini, mungkin saya akan tetap tinggal di rumah reyot itu,” kata Suparno gembira.

(ks/aua/him/top/JPR)