”Awalnya bisa banyak pengikut di Instagram, karena ada orang yang iseng menyebar video joget saya. Lalu banyak orang yang penasaran. Mulailah Instagram saya banyak yang mampir, sekadar menyukai atau memberikan komentar yang baik hingga menjatuhkan,” ujarnya.

Jumlah pengikutpun semakin bertambah setiap harinya, sebab gadis asal Desa Nambuhan ini kerap mengunggah foto dan video di Instagram Story (Instastory) miliknya, seperti tentang tata cara make up, atau hasil make up.

”Nah, dengan semakin banyak pengikut yang mencapai 13 ribu, saya mulai fokuskan untuk promosi hobi MUA saya. Jadi banyak yang tahu bakat saya, mereka mulai tertarik mencoba. Sekarang ini saya sudah banyak yang mengundang. Seperti pesta ulang tahun, tunangan, perpisahan sekolah, dan acara sekolah,” ungkapnya.

Hobi MUA-nya pun hanya ia jadikan sampingan, karena saat ini Thalia masih duduk di bangku kelas XI SMAN 1 Toroh. ”Hanya saya jadikan kerja sampingan, karena utamanya tetap sekolah. Jadi kalau ada yang mengundang saat jam sekolah, saya memilih menolaknya,” jelasnya.

Namun hal itu tak menjadi kendala, karena sekolahnya menerapkan full day school yang menguntungkannya. ”Kalau kamis pulangnya siang. Jadi bisa sisain waktu buat rias. Saya hanya menerima tawaran rias setiap Kamis, Sabtu, dan Minggu. Hari lainnya buat les pelajaran. Jadi sepekan saya full kegiatan,” ungkapnya.

Kini hasilnya bisa untuk menambah uang saku sekolah dan tidak merepotkan orang tuanya lagi.

(ks/int/zen/top/JPR)

Source link