SURABAYA – PT Indal Aluminium Industry Tbk (INAI), tahun ini memproyeksikan bakal tumbuh 15-20 persen seiring dengan pertumbuhan sektor properti di Indonesia terutama high rise building di Jawa Timur.

Presiden Direktur Indal Alim Markus mengatakan, kinerja penjualan Indal tahun lalu sempat turun. Hal tersebut disebabkan oleh melambatnya pertumbuhan sektor properti, di mana hal tersebut sangat berdampat karena Indal sendiri memproduksi material bangunan berbahan aluminium.

“Tahun lalu sempat slow down tapi tahun ini kelihatannya properti sudah membaik. Jadi saya yakin penjualan akan meningkat baik domestik dan yang pasar ekspor,” ujarnya saat paparan publik di Surabaya.

Alim Markus menyatakan, untuk meningkatkan kinerja, Indal terus mengeluarkan produk inovasi baru. Salah satunya, tahun ini pihaknya akan segera meluncurkan produk Homelux seperti pintu dan jendela aluminium untuk rumah maupun apartemen premium. Dia mengaku, pihaknya juga telah memiliki lahan apabila diperlukan penambahan kapasitas produksi.

“Kita terus berfokus pada penambahan jajaran produk-produk yang mempunyai nilai tambah atau memberi kontribusi margin keuntungan yang baik,” terangnya.

Di tempat yang sama, Managing Director Alim Perkasa menambahkan, selain mengandalkan sektor properti atau infrastruktur di Indonesia, Indal juga tengah gencar mencari pasar ekspor di tengah melemahnya rupiah saat ini. “Untuk ekspor kita juga akan tingkatkan mumpung rupiah lemah. Kita ambil kesempatan ini paling tidak ekspor tumbuh 15 persen,” terangnya.

Alim Perkasa menerangkan, adapun selama ini penjualan Indal sebesar 60 persen dikontribusi oleh pasar domestik, dan 40 persen sisanya merupakan kontribusi dari pasar ekspor. Pada tahun 2017, tercatat penjualan Indal mencapai Rp 980,29 miliar atau turun 23,7 persen dibandingkan capaian 2016 yakni Rp 1,28 triliun.(cin/rud)

(sb/cin/jay/JPR)