Kondisi ini pun dikeluhkan oleh beberapa pengunjung. Padahal, dari segi penataan Tukad Korea sudah sangat baik. 

Pantauan Jawa Pos Radar Bali, di aliran sungai tersebut banyak sampah plastik. Mulai sampah dedaunan hingga plastik.

Sampah plastik juga menumpuk  di aliran sungai sebelah selatan dekat dengan jembatan yang menghubungkan Pasar Kumbasari dan Pasar Badung.

Ditambah beberapa lagi pancoran mati, tidak semua hidup. Kadek Nadia, salah seorang pengunjung asal Karangasem mengaku baru pertama kali ke Tukad Kumbasari.

Dia mengapresiasi dari segi penataan yang bisa mengubah Tukad Badung yang dulu kumuh, sekarang layak menjadi ruang publik.

Tapi, sangat disayangkan Taman kumbasari dikotori sampah. Terlihat di jembatan saat akan turun ke sungai. Selain itu, sampah di aliran sungai yang kebanyakan sampah plastik.

“Bagus kok, keren. Tapi, ya itu banyak sampahnya. Ini masukan buat pemerintah agar lebih diperhatikan lagi persoalan kebersihannya,” ungkapnya.

Selain itu, I Made Yostadi, pengunjung Taman Kumbasari mengaku  terganggu melihat sungai di Taman Kumbasari dikotori sampah plastik.

Padahal, kemarin adalah pertama kali dia datang ke wisata selfie yang dimiliki Pemkot Denpasar ini. “Sacara konsep bagus tapi ya sampahnya banyak di sungai kurang dibersihkan saja,” ujarnya. 

Plt Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Ngurah Jimmy Sidharta mengatakan, sepanjang aliran sungai Tukad Badung di Taman Kumbasari tersebut sudah sering dibersihkan oleh petugas.

Jimmy, sapaannya mengaku akan menindaklanjuti keluhan masyarakat dengan menerjunkan petugas.

“Ada dan selalu rutin. Nanti  saya infokan lagi perkembangannya. Sekarang saya tugaskan staf lapangan untuk cek. Dan sudah diatensi,” ucapnya.

(rb/feb/mus/mus/JPR)

Source link