Sejumlah langkah antisipasi pun dilakukan. Salah satunya tidak mengerahkan massa. 

Pengurus PSHT Cabang Tuban Rustamaji (bukan Rozak seperti berita sebelumnya) mengatakan, pengesahan warga PSHT dilakukan dua gelombang.

Gelombang pertama tadi malam yang mengesahkan 566 warga baru. Berikutnya, Kamis (12/8) sebanyak 486 warga disahkan. ‘’Kami batasi yang datang hanya beberapa warga saja,’’ ujar dia, kemarin (8/10).

Pria yang juga pengusaha tersebut menegaskan, tujuan pembatasan massa PSHT agar proses pengesahan berjalan damai dan kondusif.

Selain langkah preventif, PSHT bersama aparat gabungan juga melakukan penyegatan  di sejumlah titik. Seperti di Polsek Soko dan Polsek Palang. Berikutnya di pertigaan Pakah.

Selain itu, 30 Pasukan Pengaman Terate (Pamter) juga diturunkan untuk mencegah massa dari luar Tuban yang ingin ikut meramaikan tradisi setiap bulan Sura tersebut.

Nantinya, di tiap pos akan diisi anggota polsek, TNI, dan Pamter. 

Rustamaji mengimbau seluruh anggotanya untuk cooling down dan tidak terprovokasi dengan berita miring yang berembus di media sosial (medsos).

Dia memerintahkan seluruh anggota PSHT untuk menjaga almamater perguruan agar tidak tercoreng. ‘’PSHT tujuannya mendidik manusia agar berbudi luhur dan berjiwa besar,’’ tuturnya.

Sementara itu, ratusan polisi disiagakan dalam rangkaian kegiatan pengesahan warga baru PSHT.

Wakapolres Tuban Kompol Kuswara mengatakan, personel ditugaskan untuk menjaga dan mengawal proses pengesahan dari awal hingga selesai.

Dia pun berkomitmen menindak tegas pelanggaran jika masih terjadi.

(bj/yud/ds/bet/JPR)

Source link