Salah salah satu sekolah yang akan menyeleksi calon siswa di jalur prestasi adalah SMAN 2 Nganjuk (Smada). Ketua PPDB Smada Bambang Pranoto mengatakan, total pendaftar jalur prestasi sebanyak 51 siswa. Sementara smada hanya menyediakan kuota 18 siswa. “Harus kami ranking berdasarkan skor,” kata Bambang kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Dengan jumlah pendaftar melebihi kuota, maka ada 33 siswa yang dipastikan bakal tersingkir di Smada. Bambang mengungkapkan, pembobotan jalur prestasi menggunakan skor dari piagam prestasi yang sudah dikumpulkan. Setiap jenjang berbeda skornya. “Kami merujuk pada juknis (petunjuk teknis),” lanjutnya.

HARI TERAKHIR: Sejumlah siswa ditemani orang tuanya mendaftar PPDB jalur offline, di hari terakhir kemarin. Mulai hari ini, sekolah akan memverfikasi berkas pendaftar.
(ANWAR BAHAR BASALAMAH – JawaPos.com/RadarKediri)

Berdasar juknis PPDB SMA/SMK, ada dua jenis skor yang dibobot. Yakni, piagam prestasi dan domisili. Untuk piagam, juara 1, 2 dan 3 tingkat kabupaten masing-masing mendapatkan skor 4, 3 dan 2. Sedangkan tingkat provinsi untuk juara 1,2 dan 3 masing-masing skornya 6, 5 dan 4.

Lalu tingkat nasional lebih tinggi lagi. Untuk juara 1, 2 dan 3 masing-masing skornya 8, 7 dan 6. Sementara, tingkat internasional, skornya 10, 9 dan 8 untuk juara 1, 2 dan 3. Sedangkan piagam delegasi negara skornya 2 dan kejuaraan tidak berjenjang skornya 1.

Untuk domisili, siswa yang tinggal di Kecamatan Nganjuk mendapat skor 10. Sedangkan siswa yang berada di dalam satu zona dengan Smada (Bagor, Wilangan, Rejoso), skornya 8. Untuk yang di luar zona, mendapat skor 4. Adapun siswa dari luar provinsi skornya 0.

Bambang mengakui, siswa yang berdomisili di Nganjuk memang menguntungkan untuk pembobotan. Meskipun skor piagamnya rendah, mereka mendapat tambahan skor 10. Karena itu, peluang untuk diterima juga besar. “Skornya tinggi untuk domisili,” terangnya.

Dari puluhan siswa yang mendaftar lewat jalur prestasi, kata Bambang, rata-rata mereka mengantongi piagam tingkat nasional. Bahkan, ada siswa asal Papua yang mendaftar ke sekolah yang berlokasi di Kelurahan Ploso, Nganjuk itu.

Di luar jalur prestasi, beberapa anak mendaftar ke jalur mitra warga dan bidik misi. Namun, kuota di dua jalur tersebut tidak penuh. Untuk jalur mitra warga, hanya ada sembilan pendaftar dari 18 kuota yang tersedia.

Sedangkan jalur bidik misi ada 9 pendaftar dari total 11 kuota. Meski tidak memenuhi kuota, guru matematika ini mengatakan, sekolah tetap melakukan verifikasi. Mereka akan menyurvei tempat tinggal siswa. Apakah tempat tinggalnya layak atau tidak.

Hal tersebut dilakukan untuk mengukur tingkat kesejahteraan orang tua siswa. “Kalau rumahnya masih ngontrak atau numpang, pasti kami terima. Jangan sampai rumahnya bagus tetapi masuk jalur siswa tidak mampu,” tandasnya.

Hal yang sama juga terjadi di SMKN 1 Nganjuk. Koordinator PPDB SMKN 1 Nganjuk Suharjo mengatakan, pendaftar jalur prestasi sebanyak 52 siswa. Sedangkan jalur mitra warga sebanyak 147 siswa dan bidik misi 3 anak. “Jadi beberapa anak harus tersingkir nanti,” ujarnya.

Suharjo mengungkapkan, pagu di sekolahnya sebanyak 504 siswa. Karena itu, kuota siswa untuk jalur  prestasi, mitra warga dan bidik misi masing-masing 25 siswa, 25 siswa dan 15 siswa. Untuk jalur prestasi, ada 27 siswa yang tersingkir.

Sementara di jalur mitra warga lebih banyak lagi. Yaitu, sebanyak 122 siswa. “Hanya bidik misi yang tidak memenuhi kuota,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdisdik) Pemprov Jatim Wilayah Nganjuk Adi Prayitno mengatakan, PPDB jalur offline ditutup sekitar pukul 14.00, kemarin. Setelah itu, pada Selasa (5/6) dan Rabu (6/6) besok, sekolah akan memverifikasi data calon siswa. “Penerimaan jalur offline diumumkan Jumat (8/6). Sehari sebelumnya akan diverifikasi di cabang (cabdisdik),” kata Adi. 

(rk/baz/die/JPR)

Source link