Penyebabnya, kuota penerimaan siswa baru di sekolah-sekolah terdekat yang ada di Kelurahan Banjar Jawa sudah penuh.

Mereka pun terancam tak bisa mengenyam pendidikan dasar tahun ini, gara-gara kuota yang sudah penuh.

Total ada 24 orang anak dari Kelurahan Banjar Jawa yang belum mendapatkan akses pendidikan pada jenjang sekolah dasar.

Sejumlah tokoh masyarakat pun mengadu ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng dan berharap anak-anak itu bisa diterima di sekolah terdekat.

Tim dari Disdikpora Buleleng pun langsung melakukan penyisiran di wilayah Kelurahan Banjar Jawa.

Dari tiga sekolah yang ada, masing-masing SDN 1 Banjar Jawa, SDN 3 Banjar Jawa, dan SDN 5 Banjar Jawa, seluruhnya sudah dalam kondisi penuh.

Bahkan sudah membuka dua ruang kelas untuk siswa kelas satu, dengan kapasitas masing-masing ruang kelas mencapai 28 orang.

Kepala Disdikpora Buleleng Gede Suyasa tak menampik kondisi tersebut. Menurut Suyasa pihaknya sudah sempat bertemu dengan tokoh masyarakat setempat, terkait masalah tersebut.

“Mereka mengajukan permohonan agar anak-anak ini bisa diterima di SD yang ada di Banjar Jawa,” kata Suyasa.

Setelah melakukan evaluasi, puluhan anak itu tinggal paling dekat dengan SDN 1 Banjar Jawa. Hanya saja kapasitas di sekolah tersebut sudah penuh.

Untuk bangku kelas satu, sekolah itu telah membuka dua ruang kelas baru. Suyasa pun memutuskan puluhan anak itu diterima di SDN 1 Banjar Jawa.

“Tidak mungkin dibawa ke sekolah lain yang jaraknya lebih jauh, atau dibawa ke kawasan (kelurahan/desa) lain. SDN 1 Banjar Jawa ini yang paling dekat.

Kewajiban pemerintah harus menyalurkan dan memberikan akses seluas-luasnya pada anak di kawasan terdekat,” imbuhnya.

Risikonya, pemerintah harus menambah ruang kelas baru. Untuk jangka pendek, pihak sekolah akan menyiapkan ruang tambahan dengan memanfaatkan sisa ruangan yang ada.

Sehingga pada tahun ajaran 2018/2019 ini, di SDN 1 Banjar Jawa membuka tiga ruang kelas untuk bangku kelas satu.

Untuk tahun-tahun berikutnya, pemerintah akan membangun ruang kelas baru di sekolah tersebut. Rencananya pada tahun 2019, pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan di sekolah setempat. 

(rb/eps/mus/mus/JPR)

Source link