Kepala Dinporabudpar Blora Kunto Aji menyebutkan, peserta ada sebanyak 36 tim. Sementara, rute dari Alun-alun Blora hingga simpang empat Grojogan atau di Jalan Pemuda Blora.

“Peserta terdiri pelajar, mahasiswa dan umum. Acara ini digelar di jalan Pemuda Blora dengan area panggung penampilan di depan Setda Blora,” ujarnya.

Dia menjelaskan, tujuan diselenggarakannya Blora Batik Carnival 2017 ini tidak lain sebagai bentuk dukungan promosi potensi Batik Blora yang tidak kalah dengan batik kota-kota besar lain. Lewat acara ini dia juga berharap ke depan di Blora bisa semakin banyak bermunculan para desainer-desainer kostum yang bagus.

Dia menambahkan, batik carnival adalah event yang menjadi pencerminan dari pesatnya industri lokal yang ada di kabupaten Blora. Selain itu sekaligus sarana untuk promosinya.

Untuk kategori umum ada dari Kecamatan Cepu, Japah, Jepon, Jati, Kunduran, Dandublatung, Sambong, Banjarejo, Akpe Blora, dan Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia. Kategori SMP ada SMPN.

“Untuk kategori SMA/SMK dari SMAN 1 dan 2 Blora, SMAN 1 Tunjungan, SMAN 1 Ngawen, SMAN 1 Jepon, SMAN 1, 2 Cepu, SMAN 1 Randublatung dan SMA Muhammadiyah. Untuk tingkat SMK ada SMK Migas Cepu, SMK PSM Randublatung, SMK Rayon B selatan, SMKN 1 Blora, SMKN 2 Blora, SMK Bakti Husada,” jelasnya.

Kasi Promosi dan Informasi Yeti Romadhon mengungkapkan, kegiatan batik carnival diharapkan dapat melestarikan batik sebagai warisan dunia dan batik Blora sebagai produk unggulan di Kabupaten Blora.

“Banyak sekali kelebihan motif batik Blora. Apalagi lebih menonjolkan kearifan lokal yang ada di sekitar. Mulai dari batik motif pohon jati, daun jati, entung jati, akar jati, barongan, tayub, samin dan lain sebagainya,” imbuhnya.

(ks/sub/ali/top/JPR)