Kasubbag Keuangan Disdik Bangkalan Ali Yusri Purwanto mengatakan, rehab gedung disdik memang terlambat. Namun, pihaknya yakin pelaksana bisa mengerjakan tepat waktu karena sekarang dikerjakan lembur. ”Kepastiannya menunggu laporan dari konsultan pengawas,” ujarnya.

Menurut Yusri, pihaknya sering mengingatkan pelaksana. Seminggu sekali pihaknya mendatangi lokasi pengerjaan. Tujuannya, memastikan dan mengetahui progres pelaksanaan. Jika melebihi deadline, rekanan bisa diputus kontrak. ”Insya Allah selesai 27 Desember. Misalnya tidak selesai, konsekuensi ditanggung rekanan,” katanya.

Pejabat pembuat komitmen (PPK) itu menjelaskan, keterlambatan pengerjaan rehab bukan karena faktor disengaja. Namun, proses pengerjaan harus dilaksanakan dengan hati-hati. Penurunan atap di lantai dua membutuhkan waktu. Jika sembarangan menurunkan atap yang lama, bisa berbahaya. ”Karena di dekatnya ada perumahan warga. Kemudian, di bawah ada lapangan bulu tangkis. Makanya, saat pembongkaran harus pelan-pelan,” ucapnya.

Pengerjaan rehab kantor disdik akan lebih intens dipantau. Bahkan Yusri dua hari lalu dari lokasi pengerjaan. Dia memberikan penekanan agar rekanan mengerjakan proyek dengan maksimal. ”Kami selaku PPK tidak boleh duduk manis. Kami melakukan pemantauan,” tukasnya.

Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Abdurrahman menyatakan, proyek yang dikerjakan akhir tahun rentan terlambat. Terlebih jika ada kendala teknis. Misalnya, hujan yang belakangan ini mulai tidak bisa dihindari.

Karena itu, saran dia, PPK harus melakukan teguran jika sampai sekarang progres pengerjaan rehab kantor disdik masih 50 persen. ”Ini kan waktunya sudah mepet. Disdik harus intens melaksanakan pemantauan dan evaluasi,” tandasnya.

(mr/daf/hud/han/bas/JPR)