Menurut dia, perekrutan CPNS menjadi kebijakan pusat. Seluruh kebutuhan pegawai dan kuotanya diatur pusat. Daerah hanya melaksanakan sesuai keputusan pusat, berdasarkan usulan yang diajukan.

Seperti diberitakan, Lamongan mengusulkan beberapa formasi kebutuhan CPNS Februari lalu. Menurut Ismunawan, seluruh daerah menunggu informasi tersebut. Sebab, kebutuhan PNS daerah sangat kurang.

Ismunawan tidak yakin perekrutan CPNS dilakukan bulan depan seperti informasi yang beredar di dunia maya saat ini. Alasannya, belum ada edaran resmi. Jika perekrutan dilakukan bulan depan, maka formasinya seharusnya sudah turun.

“Jadi daerah bisa menyebarluaskan informasi mengenai kebutuhan dan formasinya,” ujarnya.

Menurut Ismunawan, perekrutan PNS sangat rawan dengan penipuan. Seluruh calon pendaftar harus jeli dalam mengelola informasi. Jika perekrutan sudah dibuka, maka daerah akan langsung memberikan informasinya. Dia menambahkan, perekrutan CPNS daerah dilakukan serentak dan terbuka. Tidak ada jalur khusus atau formasi khusus karena jalur khusus diberikan untuk pegawai lingkup Kementrian atau tenaga di wilayah terpencil. “Kalau CPNS daerah dilakukan secara terbuka dan tidak ada aturan khusus,” tuturnya.

Terkait perekrutan CPNS daerah, dia berharap bisa mendapatkan kuota lebih. Sebab, pada perekrutan sekitar enam tahun lalu, Lamongan hanya mendapatkan jatah kuota sekitar 70 orang. Sedangkan kebutuhannya mencapai ratusan.

Dia juga berharap perekrutan bisa dilakukan dalam waktu dekat. Sebab, jumlah PNS pensiun terus bertambah. Setiap bulannya lebih dari lima pegawai memasuki masa pensiun. “Jadi kebutuhan pegawai negeri di Lamongan akan terus bertambah,” ujarnya.

(bj/rka/yan/bet/JPR)

Source link