Di Makodim 0723/Klaten, sebanyak 750 paket beras dibagikan merata kepada masyarakat yang telah memegang kupon. Meski harus mengantre sampai siang, warga rela berdesakan demi beras zakat tersebut.

”Berdasarkan instruksi dari bupati dan Kementerian Agama (Kemenag), mewajibkan setiap instansi memberikan zakat kepada fakir miskin. Tujuannya agar yang memberikan zakat ini bersih dalam menghadapi Hari Raya Idul Fitri. Termasuk meringankan beban masyarakat yang kurang mampu,” kata Dandim 0723/Klaten, Letkol Inf Eko Setyawan kepada Jawa Pos Radar Solo.

Dandim menambahkan, beras zakat ini berasal dari anggotanya serta para istri. Masing-masing wajib membayarkan zakat dalam bentuk beras 2,5 kg. Hingga akhirnya terkumpul 1.100 paket. Adapun total nominal beras yang dibagikan tiap paket sebesar Rp 25 ribu.

”Untuk 750 paketnya memang kami bagikan kepada masyarakat sekitar Kodim, diutamakan fakir miskin. Sedangkan di masing-masing Koramil kami berikan 15 paket. Total di wilayah kami bagikan 360 paket. Rata-rata yang kami data profesinya tukang becak,” tandas dandim.

Eko berharap pemberian zakat dalam bentuk paket beras ini dapat mendidik para anggotanya. Terutama anggota yang beragama Islam. Hal ini bisa menjadikan contoh teladan dalam keluarga.

Purwanti, 38, mengaku antre dua jam demi mendapat zakat. Perjuangannya kian berat karena harus menggendeong anaknya yang masih berusia 1 tahun. Selama ini Purwanti hanya kerja serabutan. Penghasilannya sebagi buruh pas-pasan. Sedangkan suaminya hanya bekerja sebagai petani.

”Senang sekali bisa mendapatkan beras zakat meski harus antre lama dan berdesak-desakan dengan warga lainnya. Rencananya beras ini akan saya masak nanti saat Lebaran,” jelasbeber perempuan asal Desa Sekarsuli, Kecamatan Klaten Utara ini.

(rs/ren/fer/JPR)