RADARSEMARANG.ID – Pemkot Magelang menyeterilkan trotoar di sepanjang Jalan S Parman Kota Magelang dari pedagang kaki lima (PKL). Para PKL diminta untuk masuk area relokasi di shelter yang telah disediakan.

“Kita lakukan imbuan kepada para PKL yang masih membuka lapaknya agar segera pindah ke area relokasi. Ini sore tadi (kemarin, red) kami terjunkan personel namun masih didapati PKL yang buka di kawasan tersebut. Kami beri himbauan secara persuasif,” jelas Kepala Satpol PP Kota Magelang Singgih Indri Pranggana, Senin (15/1/2018).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang Joko Budiyono mengatakan, mulai pekan ini, sterilisasi berlaku untuk para PKL baik siang maupun malam. Larangan PKL berjualan di kawasan sepanjang Jalan S Parman diimbangi dengan penyediaan lahan relokasi yang terletak tidak jauh dari Jalan S Parman, yakni agak masuk ke selatan dari lokasi semula.

“Sudah kita siapkan dan sudah ada PKL yang menempati dengan tenda semi permanen milik PKL bersangkutan. Tempat relokasi ini berdiri di atas tanah milik Kodam IV/Diponegoro dan berada di kompleks perumahan Secaba. Pihak Kodam pun sudah setuju,” imbuh Joko.

Joko mengatakan, di lokasi relokasi nantinya akan dibangun tenda permanen. Biaya berasal dari APBD sebesar Rp 210 juta. Di lokasi ini bisa menampung 17 PKL. Pemindahan PKL dan pembuatan shelter ini bertujuan agar ruas Jalan S Parman yang telah selesai dipercantik terlihat lebih rapi, bersih, dan indah. “Karena banyak dilalui orang, kalau ada PKL di pinggir jalan yang tidak tertata, maka kesannya semrawut dan jelek,” jelas Joko.

(sm/cr3/ton/JPR)