Meski pernah berurusan dengan polisi, rupaya tidak membuatnya kapok. Rabu (31/1) SB kembali berulah. Saat itu remaja pengangguran itu beraksi di depan Masjid Jamik Sumenep. Sekitar pukul 13.30 mobil Mitsubishi L 300 terparkir di depan masjid di Jalan Trunojoyo tersebut.

Pada saat itu, Edy Sunaidi, 42, warga Dusun Sukorami, Desa Banmaleng, Kecamatan Giligenting, sedang salat. Ketika pemilik kendaraan berada di masjid itu, SB menyelinap masuk ke dalam mobil melalui kaca belakang. Dia mengambil uang tunai Rp 31 juta dan tiga buah handphone (HP). Setelah itu, dia  keluar melalui pintu.

SB berhasil melenggang bebas saat itu. Dua hari kemudian atau Jumat (2/2) pukul 13.00 dia kembali beraksi. Dia diduga mencuri HP di Warung Rama, Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep. Kali ini SB tidak bisa berkutik saat tepergok warga. Bahkan, nyaris menjadi bulan-bulanan massa.

Dia pun harus berurusan dengan polisi dan terungkap bahwa dia juga yang mencuri di depan Masjid Jamik. Dari pemeriksaan SB, diketahui ada beberapa orang di balik pencurian tersebut.

Polisi memanggil Ach. Marsuki alias Kiki ke Mapolsek Kota. Pemuda kelahiran 27 Februari 1991 tersebut kemudian ditetapkan sebagai tersangka. Warga Jalan MH. Thamrin, Desa Pangarangan, Kecamatan Kota, itu merupakan pekerja bengkel sepeda motor.

Tersangka lain ialah Budiryo alias Pak Yo. Pria kelahiran 15 Mei 1966 itu ditangkap di warung kopi simpang tiga Perum Bumi Sumekar. Dia berasal dari Dusun Pasar Kayu, Desa Pabian, Kecamatan Kota.

Dua tersangka lain juga berhasil ditangkap. Mereka adalah Syaiful Bahri alias Ipol. Pemuda kelahiran 16 September 1992 itu berasal dari Dusun Garantong, Desa Batang-Batang Daya, Kecamatan Batang-Batang. Dia diringkus di Jalan Jenderal Ahmad Yani.

Sementara itu, JS dibekuk di rumahnya, Desa Pangarangan,  Sumenep. Remaja kelahiran 5 April 2000 tersebut masih berstatus pelajar. Keempat tersangka diduga penadah barang curian SB.

Sebelumnya, SB diduga mencuri mobil Suzuki M 1073 VF di Jalan Trunojoyo Senin (11/12/2017). Kendaraan keluaran 1994 itu milik Agus Utomo, 47, warga Jalan Sepanjang, Perumnas, Desa Pamolokan, Sumenep.

Pencurian tersebut terjadi saat pemilik kendaraan sedang makan. Belakangan diketahui pelaku dan kendaraan berada di wilayah Kecamatan Batang-Batang. Saat beraksi, dia diduga menggunakan kunci palsu. Karena masih di bawah umur, dia kemudian direhabilitasi.

Kapolres Sumenep AKBP Fadillah Zulkarnaen menjelaskan, pengungkapan berawal dari pengamanan tersangka SB di warung makan Rama. Sebab, tersangka nyaris dimassa ketika tepergok mencuri HP. ”Kami langsung mengembangkan. Diketahui ada empat tersangka lain di balik pencurian oleh anak di bawah umur,” ungkapnya di mapolres Selasa (6/2).

Fadillah mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan diketahui SB beraksi di depan Masjid Jamik. Tersangka lain juga menikmati hasilnya. Uang hasil pencurian diduga dibagi-bagi dan disetor kepada empat orang.

Fadillah menjelaskan, penanganan kasus hukum SB akan diberlakukan sama dengan orang dewasa. Sebab, menurut dia, aksi pencurian itu tergolong profesional dan diduga menjadi kebiasaan. Sebelumnya tersangka SB ditangkap karena diduga membawa lari kendaraan jenis Carry. Namun, polisi hanya memberikan sanksi rehabilitasi.

”Aksi pelaku ini sudah berkali-kali dan tergolong profesional. Kami akan proses kasus sesuai dengan kasus lain. Tindakannya sama dan berulang-ulang. Sebelumnya kami lepas karena usianya masih di bawah umur,” ucapnya.

Dalam pengungkapan kasus itu, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Misalnya, uang Rp 8.600.000, dua unit HP, dompet hitam, satu sepeda motor Yamaha RX-Z hitam M-4643-VM, sepeda motor Yamaha RX-Spesial hitam M-6137-VS.

Akibat perbuatannya, SB diancam pasal 363 ayat (1) ke-5e KUHP. Sementara empat tersangka lainnya, Ach. Marsuki, Budiryo, Syaiful Bahri, dan JS diancam pasal 480 ayat (1) ke-1e. 

(mr/fat/luq/bas/JPR)