Sebenarnya, total napi yang mendapat remisi mencapai 474 orang. Karena remisi Lebaran mereka yang mendapatkan adalah napi yang beragama Islam. Dari total napi mendapat remisi itu, 468 yang lain adalah penerima RK-1. Atau mendapat pemotongan masa hukuman 15 hari.

“Ini sesuai aturan dari Kemenkum HAM. Napi yang mendapat remisi adalah mereka yang telah memenuhi syarat dan juga berkelakuan baik,” ujar Kepala Lapas IIA Kediri Kusmanto Eko Putro, melalui kepala Subseksi Registrasi Saiful Rahman.

Enam napi yang memperoleh RK-2 itu terdiri dari dua napi kasus narkoba, tiga orang terhukum kasus pencurian, dan satu orang karena kasus penganiayaan. Semuanya telah menjalani hukuman penjara lebih dari enam bulan. Sehingga layak mendapat remisi berupa bebas langsung.

Selain harus menjalani hukuman minimal enam bulan, menurut Syaiful, ada beberapa syarat lain agar napi mendapatkan remisi tersebut. Yakni, para napi tersebut harus memiliki rekam jejak positif selama dalam lapas. Artinya, napi harus berkelakuan baik.

Keenam napi peraih RK-2 itu adalah Anwar Zakaria dan Supriono, dua terpidana narkoba. Kemudian Mukhamad Kurniawan, Rohmat Agus Prayogo, dan Septian Dwi Cahyo yang merupakan terpidana kasus pencurian. Serta Sunaryo, satu-satunya napi peraih RK-2 yang terlibat kasus penganiayaan.

Pengumuman remisi tersebut disampaikan langsung oleh Kalapas Eko usai salat Idul Fitri 1439 H. Lokasinya di halaman Masjid At-Taubah, masjid yang ada di dalam lapas. Sebelum mengumumkan nama-nama napi yang mendapat remisi, Kalapas Eko juga membacakan sambutan tertulis dari Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly.

Melalui Kalapas Eko, Yasonna mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada para napi. Khususnya yang beragama Islam. Selain itu, menurut Menhum dan HAM, pemberian remisi adalah hasil pencapaian para napi. Yakni melakukan perbaikan diri dan ketaatan selama di dalam lapas.

“Pemberian remisi ini juga sebagai salah satu bentuk Negara dalam memberi perhatian dan penghargaan pada napi yang berperilaku positif,” ucap Eko saat membacakan sambutan menteri tersebut.

Saat pembacaan nama-nama yang mendapat RK-2 dilakukan oleh Saiful Rahman, suasana berubah ceria. Para napi menyambut gembira perolehan remisi tersebut.

Khusus untuk RK-1, mereka yang mendapatkannya adalah napi yang telah menjalani masa hukuman minimal 7 bulan hingga 20 tahun penjara.

Di akhir acara, Eko menyampaikan selamat kepada narapidana yang mendapatkan remisi khusus ini. Ia mengingatkan agar mereka setelah mendapatkan penghargaan ini tetap meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Untuk diketahui, selain pemberian remisi khusus di Hari Raya Idul Fitri ini, Kemenkum HAM juga akan memberikan remisi kepada narapidana pada peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (17/8) mendatang.

(rk/die/die/JPR)

Source link