”Kami sudah melakukan komunikasi dengan kemen PUPR (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat),” terang Wakil Ketua Komisi II DPRD Surakarta Supriyanto kepada Jawa Pos Radar Solo.

Untuk proses pembangunan, rencananya akan dimulai dari sisi barat terlebih dahulu. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kemacetan yang terjadi.

”Tidak mungkin dibangun sekaligus. Sehingga harus dibangun dari salah satu sisi terlebih dahulu supaya tidak berdampak pada kemacetan yang parah,” jelasnya.

Untuk masalah pembebasan lahan, saat ini sudah selesai. Pemkot mengucurkan dana untuk pemebebasan lawan, dan anggaran ini telah dialokasikan di tahun 2017 lalu dan telah dibayarkan.

”Relokasi rumah sudah dilakukan dan selesai tahun lalu. Tahun ini tinggal menunggu anggaran dari pusat untuk melaksanakan pembangunan. Rencananya pembangunan selesai dalam satu tahun anggaran di tahun 2018 ini,” jelasnya.

Pada tahun 2017 Pemkot juga telah mengalokasikan anggaran untuk  menyelesaikan persoalan teknis Jembatan Tirtonadi. Pemkot juga sudah merelokasi empat bangunan. Satu bangunan dimiliki warga dengan status tanah hak milik (HM) dan tiga lainnya dengan status hak guna bangunan (HGB)

Sementara itu Ketua Komisi II DPRD Surakarta YF Sukasno berharap pembangunan segera dilaksanakan. Mengingat pembangunan jembatan Tirtonadi ini sudah mundur dari rencana beberapa kali. ”Harapannya pembangunan bisa segera dilaksanakan oleh DPU PR,” tandasnya.

(rs/vit/bay/JPR)