Total ada 38.179 rumah tangga sasaran yang menerima bantuan ini. Untuk tahap awal, bantuan digelontor di Kecamatan Seririt.

Khusus di Seririt, tercatat ada 1.818 kepala keluarga yang mendapat bantuan. Terdiri dari 128 kepala keluarga di Desa Tangguwisia, 1.002 kepala keluarga di Desa Lokapaksa,

176 kepala keluarga di Desa Kalisada, 128 kepala keluarga di Desa Sulanyah, dan 128 kepala keluarga lainnya di Desa Patemon.

Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra mengatakan, bantuan beras rastra itu akan diberikan pada rumah tangga sasaran yang mencakupi 40 persen dari total penduduk Buleleng.

Sutjidra berharap bantuan itu bisa meringankan bebang masyarakat miskin di Buleleng. “Ini salah satu upaya pemerintah mengentaskan kemiskinan.

Selain dibantu beras, nanti akan dipadukan dengan bantuan lain. Seperti bantuan bedah rumah sampai program ekonomi produktif sehingga dia benar-benar bisa keluar dari jurang kemiskinan,” kata Sutjidra.

Kepala Dinas Sosial Buleleng Gede Komang mengatakan penyerahan beras sejahtra ini merupakan program dari kementrian Sosial Republik Indonesia untuk Kabupaten Buleleng yang di kelola oleh Dinas Sosial Kabupaten Buleleng.

Gede Komang memastikan seluruh beras rastra akan diserahkan langsung pada penerima yang membutuhkan.

“Kami akan memonitor dan memastikan beras ini sampai nggak ke masyarakat yang membutuhkan. Ini harus sampai ke masyarakat,

kalau tidak sampai kami cek siapa yang main-main dalam jalur distribusinya. Beras juga harus bagus. Kalau nggak bagus, kami kembalikan ke bulog,” kata Gede Komang.

Dinsos Bali juga menggelontorkan 220 paket sembako pada penyandang disabilitas di Kabupaten Buleleng.

Selain mendapat bantuan paket sembako, ratusan penyandang disabilitas itu juga akan mendapat bantuan berupa kaki palsu, kursi roda, hingga alat bantu dengar. 

(rb/eps/mus/mus/JPR)

Source link