Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdik Sampang Achmad Mawardi membenarkan bahwa penambahan RKB untuk SD berjumlah 41 paket. Menurut dia, penerima bantuan penambahan RKB SD terdiri atas SD negeri dan awasta.

”Sumber dananya sebagian besar dari DAK. Tapi, ada juga yang dianggarkan dari dana alokasi umum (DAU). Untuk detailnya, saya lupa,” ucap Mawardi kemarin (29/12).

Menurut Mawardi, penambahan RKB yang dianggarkan melalui DAK dilaksanakan secara swakelola oleh panitia pembangunan sekolah (PPS). Biasanya, yang mengerjakan adalah komite sekolah.

”Tapi, paket pembangunan RKB SD yang dianggarkan DAU kontraktual. Jadi, nanti penunjukan langsung,” terangnya.

Mawardi menjelaskan, penambahan RKB SD senilai Rp 8,8 miliar tersebut diperkirakan terlaksana April 2018. Namun, dia tidak bisa memastikan. Sebab, menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) mengenai pelaksanaan pembangunan RKB.

”Mungkin sekitar April 2018. Saya belum tahu juklak dan juknis, kapan kegiatan harus dilaksanakan,” tuturnya.

Dia menambahkan, batas waktu pengerjaan penambahan RKB SD 120 hari atau empat bulan. Penambahan RKB di SD itu tersebar di sejumlah kecamatan. ”Tapi, saya tidak tahu detailnya karena kebetulan tidak pegang data. Yang jelas, tahun 2018 ada 41 paket,” pungkasnya.

(mr/ghi/onk/bas/JPR)