Yuni Nur Afifah Amd  Kep selaku koordinator pelatihan menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan agar seluruh karyawan dapat memahami manajemen darurat bencana jika sewaktu-waktu terjadi. “Ini upaya kami untuk membangun budaya keselamatan kerja di masing-masing bagian, unit atau instalasi yang ada di rumah sakit ini serta tidak panik jika terjadi bencana,” jelasnya

Yuni menuturkan, guna memaksimalkan materi yang diberikan, maka kegiatan dilaksanakan selama 2 hari. Sosialiasi diberikan di hari pertama dan simulasi dilakukan di hari kedua dengan diikuti oleh seluruh karyawan mulai dari dokter, perawat, hingga pelaksana non medis. Bahkan, skenario penyelamatan pasien yang berada dari lantai 3 pun dibuat. “Skenario untuk simulasi ini kami siapkan semaksimal mungkin. Mulai dari saat bencana gempa terjadi, cara melindungi diri dari bencana, evakuasi pasien, dan persiapan logistik,” terangnya.

Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur RSBS dr Maria Ulfah, MMRS. Menurut dia, pelatihan kali ini merupakan kelanjutan dari pelatihan penanganan bencana kebakaran yang sudah diadakan di bulan April lalu. “Perlu untuk membekali diri dengan pelatihan serta simulasi seperti ini. Sebab, segala kemungkinan bisa saja terjadi, Dengan begini masing-masing bagian paham apa yang harus dilakukan,” ungkap dokter berhijab itu.

Sementara itu, Plt Kepala BPBD Jember Drs Widi Prasetyo MPd mengapresiasi pelatihan yang diadakan oleh RSBS. Bahkan, pihaknya juga akan terus memantau perkembangan setelah pelatihan itu digelar. “Kita tidak tahu kapan bencana itu akan datang. Oleh karenanya, tanggap terhadap bencana, terutama di rumah sakit, sangat penting  untuk dipahami,” kata Widi. 

(jr/rul/aro/das/JPR)

Source link