Kegiatan yang dilaksanakan ber­sama instalasi farmasi RSU Bhakti Husada, Krikilan, itu me­ngu­sung tema, bijak meng­gunakan Antibiotik. “Antibiotik adalah kelompok obat yang ber­fungsi sebagai antiinfeksi, digunakan untuk membunuh kuman atau bakteri,” cetus Vin­cent S. Farm, apo­teker RSU Bhakti Husada, Krikilan dalam paparannya.

Antibiotik ini, terang dia, tidak bisa mengatasi virus dan jamur. Sehingga, perlu mengetahui mikro­organisme yang menye­rang. Bagaimana kita mengetahui or­ganisme dan apa yang me­nyerang? “Itu harus melalui peme­riksaan dokter dan serang­kaian tes kesehatan,” katanya.

Jadi penggunaan antibiotic, terang dia, itu tidak bisa semba­rangan. Selain antibiotik jenis obat daftar G, itu harus dengan resep dokter. “Contoh antibiotik itu seperti ampicilin, ampicilin, gentamicin, tetrasiklin, dan lainnya,” ujarnya.

Efek samping yang bisa muncul pada penggunaan antibiotic, lanjut dia, salah satunya seperti mual, muntah, sakit perut melilit (mulas), sampai reaksi alergi pada kulit. “Jadi penggunaannya harus hati-hati,” ungkapnya.

Vincent menyebut, antibiotik itu dapat membahayakan bagi ibu hamil, anak di bawah umur, dan pasien dengan gangguan fung­si hati atau ginjal. “Dalam jang­ka panjang, akibat penggu­naan antibiotik yang tidak ber­dasarkan indikasi akan mengaki­bat­kan resistensi antibiotic,” jelasnya.

Resistensi antibiotik itu, masih kata dia, suatu kondisi di mana bakteri yang menyebabkan penyakit infeksi, akan menjadi kebal terhadap penangkalnya. “Antibiotik tidak bisa digunakan sembarangan,” paparnya.

PKRS yang dilakukan RSU Bhakti Husada, Krikilan, ini upaya rumah sakit untuk mening­katkan kemampuan pasien. Se­hingga, pasien dapat mandiri dalam mempercepat kesembu­han dan rehabilitasinya. “Juga men­cegah masalah kesehatan,” kata Direktur RSU Bhakti Husada, Krikilan, drg Hindun Mardiyana.

Upaya PKRS ini, jelas dia, di­lakukan rutin sehingga pasien selain mendapat kesembuhan, juga mendapat informasi yang be­nar seputar kesehatan.

(bw/jpr/rbs/JPR)

Source link