Kini ada tiga ruang kelas di SDN 4 Pancasari yang terendam air danau. Dulunya ruang kelas itu digunakan untuk siswa kelas 4, kelas 5, dan kelas 6.

Sejak bulan Januari lalu, air danau perlahan meluap. Semula air hanya merendam mess guru, sehingga tiga orang guru setempat memilih mengungsi.

Lama kelamaan luapan air danau makin tinggi hingga ke halaman sekolah. Bahkan sempat menggenangi ruang kelas.

Siswa akhirnya dievakuasi ke gedung lain di sisi selatan sekolah. Siswa kelas satu dan dua, sempat belajar di selasar ruang kelas. Sementara siswa kelas 4, belajar di ruang perpustakaan.

Kini siswa kelas satu dan dua, dipindah ke balai masyarakat. Jarak antara sekolah dengan balai masyarakat, hanya 20 meter.

Sedangkan siswa lainnya akan belajar di areal sekolah. Balai masyarakat pun sudah disulap menjadi kelas darurat, dengan menggunakan sekat triplek.

“Nanti ada 36 orang siswa yang belajar di ruang kelas. Sekarang belum kami gunakan, karena ada UASBN.

Nanti setelah ujian, langsung digunakan belajar anak-anak kelas satu dan kelas dua,” kata Kepala SDN 4 Pancasari, Nyoman Dana.

Dana mengaku sudah melaporkan masalah itu pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora).

Menurutnya ada dua opsi yang ditawarkan pemerintah. Opsi pertama, merelokasi sekolah ke tempat lain. Sementara opsi kedua, mengurug areal lama, dan membangun ruang kelas baru dengan pondasi yang lebih tinggi

(rb/eps/mus/mus/JPR)

Source link