Fauzi ikut ruwatan bersama 212 peserta ruwat (sukerto) lainnya. Ikut pula diruwat Ali Muntoha anggota DPRD dari Fraksi PKB Kabupaten Sarolangun, anggota DPRD yang juga Ketua DPD PAN Sarolangun Hermi dan M Zurni dari pihak swasta.

Ketiganya ikut mendampingi Pj Wali Kota Jambi Muhamad Fauzi dalam satu rombongan. Menurut Fauzi, dirinya dan temannya yang lain ikut ruwatan di Kadilangu sebagai bentuk atau wujud penghormatan terhadap budaya Kabupaten Demak.

“Tradisi ruwatan ini merupakan acara tahunan. Dan, ini suatu bentuk budaya yang baik. Ruwatan ini sekaligus sebagai sarana untuk menjauhkan kita dari kemunkaran. Budaya ruwatan ini tidak ada didaerah kami. Karena itu, akan kita adopsi untuk diterapkan di daerah kami, Jambi,” ujar Fauzi, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jambi ini, Minggu (15/4), kemarin.

Menurutnya, budaya ruwatan di Demak telah berlangsung lama sehingga dikenal luas oleh masyarakat termasuk di Sumatera. “Kebetulan, ada keluarga dari Kecamatan Gajah Kabupaten Demak ini yang memberikan informasi juga,” ujar Fauzi.

Usai ikut ruwatan, rombongan kemudian berziarah di Makam Sunan Kalijaga, Kadilangu. Ketua panitia ruwatan, Suwadi mengatakan,  ikutnya Pj Wali Kota Jambi dalam ruwatan kali ini menjadi suatu kehormatan tersendiri.

“Ibarat pepohonan, ruwatan ini sudah ngremboko (berkembang) baik secara nasional maupun internasional. Selain dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan daerah lainnya, para sukerto dalam ruwatan sebelumnya juga ada dari Singapura, Malaysia, dan Australia. Bahkan, ruwatan ini juga sedang diteliti oleh ilmuwan dari Perancis. Beberapa dokter dari Semarang sebelumnya juga pernah ikut ruwatan,” katanya.

Suwadi menambahkan, ruwatan diminggu terakhir bulan Rajab ini diikuti 212 sukerto dari 142 kepala keluarga (KK). Mereka berasal dari Demak, Kudus, Pati, Jepara, Kalimantan, Rembang, Semarang, Jakarta, Surabaya, Jambi (Sumatera).  “Paling banyak yang ikut ruwatan ini kategori sarono (76 orang), ontang anting (41 orang), Kedono kedino (37 orang), dan Kembang sepasang (16 orang),”kata Suwadi, mantan Kepala Dinas Pariwisata Demak ini. Selain itu, kategori sendang kapit pancuran (9 orang), seloso kliwon (9 orang), uger uger lawang (6 orang), pendowo (5 orang) dan tali wangke (5 orang).

Dalam prosesi ruwatan ini dipimpin langsung Dalang Kondobuwono Ki Muharso asal Gabus, Pati. Ruwatan dimulai dengan pementasan wayang kulit, minta doa restu orang tua dan sesepuh, siraman kembang tujuh air sendang, pemotongan rambut, kuku dan tali lawe.  

(sm/hib/bas/JPR)