Kasi Kurikulum Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Kabupaten Nganjuk Hadi Sukamto mengatakan, ada dua anak yang mengikuti USBN susulan. Yakni masing-masing satu siswa dari SDN Ploso 2, Kecamatan Nganjuk dan SDN di Kecamatan Kertosono. “Dua anak dijadwalkan besok pagi (hari ini, Red) ikut susulan,” kata Hadi.

Lebih jauh Hadi mengatakan, kedua anak tersebut tidak mengikuti USBN jadwal reguler selama tiga hari karena sakit. Untuk siswa di SDN Ploso menderita demam berdarah (DB) dan sempat dirawat di RSUD Nganjuk. Begitu pula siswa asal Kertosono yang juga sakit.

Bahkan, untuk siswa asal Kertosono sempat tidak ingin mengikuti ujian susulan. Setelah didatangi kembali pada Sabtu lalu (5/5), kata Hadi, yang bersangkutan akhirnya bersedia mengikuti USBN. “Kami pastikan bisa ikut,” lanjutnya.

Hadi melanjutkan, ujian susulan dimulai sekitar pukul 07.30. Jadwalnya sesuai urutan di USBN. Untuk hari pertama pagi ini, siswa mengerjakan soal mata pelajaran (mapel) bahasa Indonesia. Sedangkan hari kedua untuk mapel matematika. Adapun hari terakhir ujian ilmu pengetahuan alam (IPA).

Terkait lokasi ujian, Hadi mengatakan, sifatnya situasional. Pasalnya, anak yang mengikuti susulan masih belum sembuh total. Karena itu, jika siswa asal SDN Ploso masih menjalani perawatan, besar kemungkinan ujian dilaksanakan di rumah sakit (RS).

Begitu pula yang di Kertosono. Bila tidak memungkinkan mengerjakan soal di tempat lain, petugas akan mendatangi ke rumahnya. “USBN susulan bisa di rumah. Kami menyesuikan dengan kondisi kesehatan mereka,” terang pria berkacamata ini.

Sama seperti jadwal reguler, USBN susulan juga akan diawasi oleh pengawas dengan sistem silang. Namun, jumlahnya cukup satu orang. Sedangkan proses scanning lembar jawaban  ujian sekolah (LJUS) kedua siswa tersebut bisa dikerjakan setelah ujian selesai. Apalagi, pemprov memberikan tenggang waktu pengiriman file paling lambat tiga hari setelah jadwal USBN hari terakhir.

(rk/baz/die/JPR)

Source link