Sosialisasi diawali pembacaan besaran bantuan keuangan oleh protokoler. Nah, saat pembacaan, Cawas menerima hibah paling besar. Lebih dari Rp 9 miliar. Saat inilah para tamu undangan yang hadir kompak menyoraki protokoler.

Usai pembacaan dana bantuan, giliran Sri Mulyani naik panggung memberikan sambutan. Nada bicaranya meninggi. Mungkin, ada kaitannya dengan kediaman Sri Mulyani bersama keluarganya di kawasan Cawas.

”Mohon maaf daripada banyak yang protes karena iri, tunjukan dulu pembangunan dengan bantuan keuangan yang diterima itu. Kecamatan Cawas sudah banyak yang prihatin dan anggota DPRD-nya juga banyak. Kala terus-terus iri, ya sana pindah ke Cawas,” ketus Sri Mulyani.

Ia menambahkan, jika ingin bantuan keuangannya bertambah, silahkan mengajukan proposal. Akan difasilitasi pada saat APBD Perubahan 2018. Dengan catatan pelaksanaan kegiatannya dapat dipertanggungjawabkan. ”Banyak pemerintah desa yang sudah saya berikan bantuan, meskipun dalam pilkada kemarin tidak mendukung saya,” sindir Sri Mulyani.

Kritikan juga dialamatkan kepada desa yang belum menyelesaikan kegiatan. Padahal sudah menikmati dana bantuan etrsebut. Khususnya bantuan Rp 100-200 juta untuk pengembangan Desa Wisata pada 2017.

”Jangan memandang Cawas saja, saya juga berikan Kecamatan Wonosari cukup besar sampai Rp 6 miliar karena jumlah desanya banyak. Masyarakat di Kecamatan Wonosari banyak mendukung saya, ya wajar jadi prioritas,” bebernya.

Nada tinggi Sri Mulyani ini membuat seluruh tamu undangan diam seribu bahasa. Suasana sosialisasi yang berjalan sekitar 15 menit ini kaku. Bahkan usai tanda tangan penyerahan bantuan, Sri Mulyani langsung ngeloyor meningalkan Pedapa Pemkab Klaten.

Sementara itu, Camat Cawas, M. Nasir menanggapi dingin sorakan para hadirin. Justru mendapat bantuan dalam jumlah besar berimbas pada bertambah besarnya tanggung jawabnya sebagai Camat.

”Pagu bantuan keuangan khusus Rp 9 miliar untuk 20 desa. Rata-rata per desa hanya dapat Rp 450 juta. Persentasenya masih kalah dengan Kecamatan Kebonarum. Toh ini juga untuk kemajuan desa di Cawas,” urai M. Nasir.

(rs/ren/fer/JPR)